Ini 5 Titik Rawan Kriminalitas Asmara Subuh di Medan, Polisi Perketat Penjagaan

Medan, IDN Times - Tak dapat dipungkiri bahwa aksi kriminalitas juga berpotensi terjadi di bulan suci Ramadan. Konvoi geng motor di Kota Medan menjadi salah satu yang diantisipasi petugas berwajib. Sebab mereka kerap membuat keonaran, seperti tawuran hingga aksi pembegalan.
Sejauh ini Polrestabes Medan memperketat pengawasan di sejumlah titik yang dinilai rawan. Terutama saat menjelang sahur on the road atau familiar disebut dengan istilah "asmara subuh".
1. Polisi buat penyekatan di jalanan menuju pusat Kota Medan

Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan bahwa pihaknya turut berjaga sepanjang bulan suci Ramadan. Tak dapat dipungkiri olehnya bahwa aksi kriminalitas tak pernah pandang hari.
"Sahur on the road atau asmara subuh itu satu rangkaian. Jadi, sekali lagi dari Polrestabes Medan dengan Polsek jajaran, tentunya sama-sama dengan Pemko Medan dan juga dari Kodim beserta elemen masyarakat lainnya, kami melaksanakan pelayanan kepada masyarakat (patroli)," kata Calvijn, Senin (23/2/2026).
Kegiatan berjaga ini disebutnya dalam rangka menciptakan iklim kondusif di bulan puasa. Selain membuat pos jaga, polisi juga melakukan penyekatan di beberapa titik menuju pusat kota.
"Di dalam hal ini, memang ada kita mengantisipasi, dengan melakukan penyekatan-penyekatan di sekeliling wilayah Medan," akunya.
2. Ada 5 titik yang menjadi fokus penjagaan, salah satunya Sunggal

Pelaksanaan patroli ramadan ini setidaknya difokuskan pada 5 titik khusus. Calvijn mengatakan bahwa 5 tempat ini merupakan tempat yang rawan.
"Fokus pertama adalah di Sunggal, kemudian Tembung, Helvetia, Patumbak, dan Medan Barat," lanjut Calvijn.
Kegiatan ini disebut Kapolrestabes Medan sudah berlangsung sejak hari pertama Ramadan. Ia berharap ke depannya berjalan dengan baik dan kondusif.
"Ini dilakukan guna menghalau apabila ada masyarakat tertentu, geng motor, ataupun kelompok yang tidak bertanggung jawab, berani melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat makna dari bulan suci Ramadan ini tidak berjalan dengan baik. Ini sudah berapa hari, mudah-mudahan kita dapat melakukan dengan baik," bebernya.
3. Walikota Medan takut anak-anak muda membuat aksi menbahayakan di bulan puasa

Hal senada juga disampaikan Walikota Medan, Rico Waas. Ia tak ingin masyarakat Kota Medan khususnya anak muda membuat tindakan yang membahayakan.
"Di bulan puasa ini semestinya tetap menjaga keamanan, ketertiban umum untuk para remaja, anak-anak, terutama di masa subuh, ya. Jangan sampai membuat kegiatan-kegiatan yang membahayakan. Kita akan ibadah dengan baik, jalani puasa dengan baik, mudah-mudahan manfaatnya untuk kita semua," pungkas Rico Waas.

















