Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga Sawit di Langkat Anjlok ke Rp1.800 Per Kg, CPO Dunia Justru Naik

Harga Sawit di Langkat Anjlok ke Rp1.800 Per Kg, CPO Dunia Justru Naik
ilustrasi kelapa sawit (commons.m.wikimedia.org/Wagino 20100516)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif

  • Harga TBS sawit di Langkat turun tajam hingga Rp1.800/Kg meski harga CPO dunia naik ke 4.677 ringgit/ton setelah pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai pintu ekspor tunggal.
  • Pengamat ekonomi menilai ketimpangan harga ini tidak sesuai fundamental pasar karena seharusnya kenaikan harga CPO global mendorong peningkatan harga TBS di tingkat petani.
  • Penurunan harga disebut akibat faktor kejutan jangka pendek dan ketidakpastian juknis ekspor, sementara pemerintah diminta fokus memulihkan kepercayaan pasar agar rantai pasok sawit tetap stabil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Medan, IDN Times – Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Langkat anjlok tajam sepekan terakhir. Namun harga crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah dunia justru naik ke level 4.677 ringgit/ton.

Kondisi berbalik ini terjadi setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia DSI sebagai pintu tunggal ekspor sawit.

Pantauan di lapangan, harga bauh sawit sempat ambruk ke Rp1.800/Kg. Padahal sebelumnya stabil di Rp2.800/Kg. Artinya petani kena potong harga 36% hanya dalam beberapa hari. Kini harga mulai pulih ke Rp2.200-Rp2.300/Kg.

1. Ketimpangan ini dinilai tak sejalan dengan fundamental pasar

ilustrasi kebun sawit (commons.m.wikimedia.org/Dyima Guszita)
ilustrasi kebun sawit (commons.m.wikimedia.org/Dyima Guszita)

Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin menyebut ketimpangan ini tak sejalan dengan fundamental pasar. “Seharusnya dengan harga CPO yang sudah pulih, bahkan lebih tinggi dari sebelum PT DSI diumumkan, secara fundamental harga TBS bisa lebih tinggi,” ujarnya.

Data Bursa Malaysia Derivatives BMD membuktikan bahwa, CPO sempat turun ke 4.450 ringgit/ton, tapi kini naik tajam ke 4.677 ringgit/ton. Di pasar domestik, tender CPO KPBN juga rebound ke Rp14.800/Kg setelah sempat ambruk ke Rp12.285/Kg pada 21 Mei 2026 kemarin.

2. Tekanan harga TBS lebih karena faktor kejutan jangka pendek

ilustrasi pohon kelapa sawit (pixabay.com/sarangib)
ilustrasi pohon kelapa sawit (pixabay.com/sarangib)

Gunawan menilai tekanan harga TBS lebih karena faktor kejutan jangka pendek. Pelaku usaha masih menunggu petunjuk teknis juknis ekspor lewat satu pintu.

“Pelaku usaha baik dalam maupun luar negeri belum sepenuhnya memahami mekanisme operasional PT DSI. Pasti ada perubahan besar juknis ekspor dari langsung ke masing-masing eksportir, berubah jadi satu pintu,” jelasnya.

3. Pemerintah minta fokus pulihkan kepercayaan pasar

Potret Perkebunan Sawit di Lampung (idntimes/silviana)
Potret Perkebunan Sawit di Lampung (idntimes/silviana)

Dia meminta pemerintah fokus pulihkan kepercayaan pasar. Jangan sampai rantai pasok sawit hulu-hilir terganggu.

“Pastikan PT DSI mampu menutup kebocoran devisa ekspor. Karena petani alami tekanan daya beli dan masih menanggung rugi akibat perubahan tata niaga sawit di hilir,” pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More