Medan, IDN Times - Momentum 2 dekade perjalanan Aliansi Sumut Bersatu (ASB) bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional 2026, yang mengangkat tema Global Give to Gain (memberi untuk mendapatkan). Tema ini menegaskan bahwa kemajuan masyarakat hanya dapat dicapai ketika kontribusi perempuan diakui, dihargai, dan didukung.
Direktur Aliansi Sumut Bersatu, Veryanto Sitohang menjelaskan bahwa Perempuan Pembela Hak Asasi Manusia (PPHAM) telah memberikan tenaga, waktu, dan bahkan resiko keselamatan mereka untuk memperjuangkan keadilan sosial, perlindungan lingkungan, serta pemenuhan hak asasi manusia.
Menurutnya, di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, kondisi PPHAM masih berbanding terbalik dengan semangat tersebut. Perempuan yang berada di garis depan advokasi masyarakat mendampingi korban kekerasan, memperjuangkan hak masyarakat adat, serta melindungi lingkungan hidup sering kali tidak hanya diabaikan kontribusinya, tetapi juga menjadi target serangan.
Bahkan, dia menilai hingga kini PPHAM menghadapi berbagai risiko serius dalam kerja-kerja pembelaannya. Intimidasi, teror, Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE), serangan digital, hingga stigma sosial menjadi bentuk serangan yang terus berulang.
"Situasi ini menunjukkan bahwa ruang aman bagi pembela HAM, khususnya perempuan, semakin menyempit. Negara yang seharusnya hadir memberikan perlindungan justru kerap abai," jelasnya.
