Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BRT Mebidang Dikebut, Dibidik Rampung pada 2027

BRT Mebidang Dikebut, Dibidik Rampung pada 2027
Suasana pembangunan BRT Mebidang di Jalan Gatot Subroto Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Intinya Sih
  • Pemerintah Provinsi Sumut dan Kementerian Perhubungan mempercepat proyek BRT Mebidang agar selesai pada 2027 sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional untuk transportasi publik modern dan ramah lingkungan.
  • Pada tahap awal, BRT Mebidang akan mengoperasikan 12 koridor dengan mayoritas rute di Kota Medan serta dua koridor utama yang menghubungkan wilayah Binjai dan Deliserdang.
  • Aspek kelembagaan, regulasi, dan pendanaan masih dibahas intensif karena pengelolaan BRT melibatkan beberapa pemerintah daerah serta potensi dukungan dari BUMD PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Medan, IDN Times – Upaya menghadirkan transportasi publik modern di kawasan Medan, Binjai, dan Deliserdang (Mebidang) terus dikebut. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kementerian Perhubungan membahas sejumlah langkah strategis untuk memastikan proyek Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang dapat selesai sesuai target pada 2027.

Pembahasan tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga kelembagaan, regulasi, hingga skema pembiayaan yang akan menjadi fondasi operasional transportasi massal tersebut. Pertemuan berlangsung di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (10/6/2026), dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap dan dihadiri Advisor Ditjen Perhubungan Darat untuk MASTRANS Danang Parikesit beserta jajaran.

1. BRT Mebidang diproyeksikan menjadi tulang punggung transportasi modern

IMG_20260513_111013.jpg
Suasana pembangunan BRT Mebidang di Jalan Gatot Subroto Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Pemprov Sumut menegaskan dukungannya terhadap proyek BRT Mebidang yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN). Kehadiran moda transportasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem angkutan umum yang lebih terintegrasi dan ramah lingkungan.

“Pemprov Sumut sangat mendukung proyek BRT Mebidang yang merupakan proyek strategis nasional. Program ini untuk mewujudkan transportasi publik perkotaan yang modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan,” ujar Sulaiman.

BRT Mebidang direncanakan mulai beroperasi menggunakan armada bus listrik melalui kerja sama dengan Tiongkok. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi atas berbagai persoalan mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan Mebidang yang terus berkembang.

2. Sebanyak 12 koridor disiapkan pada tahap awal operasional

IMG_20260513_111311.jpg
Suasana pembangunan BRT Mebidang di jalan Gatot Subroto Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Pada fase awal, layanan BRT akan menjangkau 12 koridor. Sebanyak 10 koridor berada di wilayah Kota Medan, sementara dua koridor lainnya menghubungkan kawasan Mebidang dan akan dikelola Pemprov Sumut bersama Kementerian Perhubungan.

Dua koridor yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Sumut meliputi rute Binjai–Medan–Carrefour serta Lubukpakam–Amplas–Simpang Pelangi.

Dinas Perhubungan Sumut optimistis pengoperasian BRT dapat meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus membantu mengurangi persoalan kemacetan dan konektivitas antardaerah di kawasan Mebidang.

3. Regulasi dan pendanaan masih menjadi fokus pembahasan

IMG_20260513_111734.jpg
Suasana pembangunan BRT Mebidang di jalan Gatot Subroto Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Selain pembangunan infrastruktur, aspek kelembagaan dan pembiayaan menjadi perhatian utama dalam percepatan proyek tersebut. Sulaiman menjelaskan bahwa pada tahap awal, pengelolaan BRT Mebidang akan dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dinas Perhubungan Sumut.

Pemprov Sumut juga memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), yang berpotensi mendukung pengembangan program tersebut.

Sementara itu, Advisor Ditjen Perhubungan Darat untuk MASTRANS Danang Parikesit mengatakan pembangunan Sistem Transportasi Massal Perkotaan (Mastran Project) yang menghubungkan Medan, Binjai, dan Deliserdang telah berjalan, termasuk pembangunan halte dan jalur koridor.

Namun, menurutnya, sejumlah aspek lain masih perlu dimatangkan, terutama terkait kelembagaan, regulasi, dan pembiayaan. Pembahasan tersebut dinilai penting karena operasional BRT Mebidang melibatkan beberapa pemerintah daerah, yakni Pemerintah Kota Medan, Pemerintah Kota Binjai, dan Pemerintah Kabupaten Deliserdang.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More