Banda Aceh, IDN Times - Seorang pendaki asal Binjai, Sumatera Utara (Sumut), Kris Biantoro, meninggal dunia saat mendaki Gunung Leuser di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Kamis (9/4/2026).
Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Blangkejeren Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Ali Sadikin, saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026).
Ali Sadikin mengatakan korban diduga mengalami hipotermia di lokasi jalur pendakian. Hal itu berdasarkan keterangan dari ketua tim.
“Kris Biantoro mengalami hipotermia di lokasi jalur pendakian lapangan bola sekitar pukul 07.30 WIB,” kata Ali Sadikin.
Kepala SPTN Wilayah III Blangkejeren BBTNGL itu menyampaikan informasi adanya seorang pendaki mengalami kondisi darurat berupa hipotermia dari Sugar Ray Leonard, selaku ketua tim yang melapor, pada Kamis, sekira pukul 10.00 WIB.
Posisi darurat tersebut berada di jalur pendakian Taman Nasional Gunung Leuser. Secara detail yakni di kamp lapangan bola dengan kondisi mengarah perjalanan turun atau pulang.
Berdasarkan keterangan ketua tim, kata Ali Sadikin, korban mengalami hipotermia sejak sekira pukul 07.30 WIB. Tim pendaki sempat berupaya memberikan pertolongan pertama dengan metode resusitasi jantung paru (RJP).
“Namun korban tetap tidak sadarkan diri dan tidak ada respon sampai dilaporkan kepada pihak TNGL oleh ketua tim, selanjutnya sekitar pukul 16.00 WIB, pendaki yang mengalami hipotermia dinyatakan telah meninggal dunia,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) BBTNGL, Kris Biantoro, berangkat bersama 15 orang lainnya. Ketua tim mereka adalah Sugar Ray Leonard.
Masih berdasarkan surat yang sama, rombongan Kris Biantoro berangkat pada Selasa, 31 Maret 2026 dan akan kembali ke pos, Kamis, 9 April 2026.
Seluruh pendaki yang berangkat termasuk Kris Biantoro, juga menyertakan Surat Keterangan Berbadan Sehat. Lelaki berusia 49 tahun itu mengurusnya di Banda Aceh dan dikeluarkan, pada 27 Maret 2026.
