SMAN 1 Medan Buka Posko Layanan SPMB, Tetap Beroperasi Saat Libur

- SMAN 1 Medan membuka posko layanan SPMB yang beroperasi setiap hari, termasuk saat libur, untuk membantu calon siswa dan orang tua mengatasi kendala pendaftaran daring.
- Kendala utama pendaftar terletak pada kelengkapan berkas dan pemahaman aturan, sementara seleksi tahap I dilakukan berdasarkan nilai rapor dengan kuota total 432 siswa.
- Pihak sekolah menegaskan proses penerimaan berlangsung jujur dan transparan serta mengimbau masyarakat tidak percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan.
Medan, IDN Times – Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru Tahap I untuk SMA/SMK di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I hingga VI resmi dibuka pada hari ini mulai Senin (25/5/2026). Untuk mengantisipasi kendala pendaftaran daring, SMAN 1 Medan membuka posko layanan yang tetap beroperasi setiap hari, termasuk saat libur nasional dan akhir pekan.
Posko layanan dibuka di sekolah sejak pagi hari pertama pendaftaran. Calon peserta didik dan orang tua terlihat datang langsung untuk bertanya dan meminta bantuan terkait kendala saat mengakses sistem online.
Kepala Tata Usaha sekaligus Tim Panitia SPMB SMAN 1 Medan, Muhammad Sawal, mengatakan sekolah telah menyiapkan posko jauh-jauh hari. Fokus utama ada pada verifikasi berkas yang selama ini menjadi kendala terbanyak.
“Terakhir kita rapat hari Jumat lalu untuk mematangkan persiapan, terutama fokus pada verifikasi berkas karena itu yang paling banyak kendala yang kita hadapi selama ini,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Posko beroperasi pukul 08.00–17.00 WIB dan tetap buka saat libur bersama. Pada 27 Mei layanan dibuka pukul 13.00–17.00 WIB, sedangkan 28 Mei kembali buka penuh hingga sore.
“Sabtu, Minggu, bahkan Senin libur pun tetap buka. Operator dan verifikator tetap melaksanakan tugas. Tidak ada libur, kita beri pelayanan maksimal untuk SPMB di SMAN 1 Medan,” kata Sawal.
1. Kendala utama masih pada kelengkapan berkas dan pemahaman ketentuan pendaftaran

Untuk hari ini, lebih dari 10 orang telah datang ke sekolah untuk berkonsultasi. Sawal menyebut kendala utama masih pada kelengkapan berkas dan pemahaman ketentuan pendaftaran. Sementara untuk proses aplikasi, siswa umumnya lebih paham dibandingkan orang tua.
SMAN 1 Medan menyediakan kuota 432 siswa dalam 12 rombongan belajar, dengan kapasitas maksimal 36 siswa per kelas. Untuk tahap I, seleksi dilakukan berdasarkan nilai rapor jika pendaftar melebihi kuota. Jika nilai sama, penentuan menggunakan jarak dan usia.
2. Diimbau masyarakat tidak percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan

Pendaftaran tahap I untuk jalur domisili, afirmasi, dan mutasi berlangsung hingga awal Juni. Tahap II jalur prestasi dijadwalkan mulai 18 Juni 2026.
Sawal mengimbau masyarakat tidak percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan. “SPMB ini berlangsung jujur dan transparan. Jangan percaya ada iming-iming dari pihak mana pun,” tegasnya.
3. Sebagian orangtua memilih datang langsung karena lebih nyaman bertanya tatap muka

Orang tua calon peserta didik, Tarigan, mengaku memilih datang langsung karena lebih nyaman bertanya tatap muka. Ia berharap putrinya lulus melalui jalur prestasi pada tahap II.
“Anak saya mau daftar SMAN 1 Medan, karena saya pikir ini yang terbaik di Medan. Saya percaya SMAN 1 Medan. Mudah-mudahan lulus jalur prestasi, karena anak saya nilainya juga bagus,” ujarnya.
Calon peserta didik asal SMPN 10 Medan, Vika, juga merasakan manfaat posko setelah sempat terkendala jaringan saat simulasi. Ia memilih SMAN 1 Medan karena prestasi olimpiade dan banyaknya lulusan yang masuk universitas ternama.
“Membantu sekali, karena saya juga kan baru pertama kali daftar. Mama juga kurang paham sistem online, jadi kami datang ke sini untuk tanya-tanya,” kata Vika.


















