Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengenal Teknologi FLS untuk Menangani Cedera pada Lansia

Mengenal Teknologi FLS untuk Menangani Cedera pada Lansia
Penanganan dilakukan melalui layanan Fracture Liaison Service (FLS), yaitu sistem perawatan multidisiplin khusus pasien patah tulang lansia yang dimiliki Sunway Medical Centre
Intinya Sih
  • Penanganan cepat pada cedera pinggul lansia sangat penting karena keterlambatan operasi dapat memperburuk kondisi fisik dan memicu komplikasi serius yang mengancam nyawa.
  • Sunway Medical Centre menggunakan layanan Fracture Liaison Service (FLS) untuk mempercepat evaluasi, tindakan medis, dan pemulihan pasien lansia dengan sistem perawatan multidisiplin terkoordinasi.
  • Pasien berusia 102 tahun bernama Popo menjadi pasien tertua yang menjalani operasi pinggul di Sunway Medical Centre dan berhasil pulih cepat berkat intervensi medis serta dukungan keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Medan, IDN Times- Cedera berat pada lansia tidak boleh dianggap sepele karena dapat memicu komplikasi serius hingga mengancam nyawa. Karena itu, penanganan medis yang cepat dan tepat menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang pemulihan pasien usia lanjut.

Dokter spesialis ortopedi dari Sunway Medical Centre, Jeffrey Jaya Raj, menegaskan bahwa keterlambatan tindakan medis pada kasus cedera berat lansia dapat menyebabkan penurunan kondisi fisik secara drastis.

“Intervensi dini adalah kuncinya. Jika operasi ditunda, pasien mungkin tidak akan bisa berjalan lagi, dan itu dapat memicu berbagai komplikasi lainnya,” ujar Jeffrey dalam keterangan resminya.

1. Tindakan operasi cepat menjadi langkah penting agar pasien dapat kembali bergerak

Seorang pasien lansia dirawat di rumah sakit dikelilingi keluarga dan tenaga medis dalam layanan Fracture Liaison Service di Sunway Medical Centre.
Penanganan dilakukan melalui layanan Fracture Liaison Service (FLS), yaitu sistem perawatan multidisiplin khusus pasien patah tulang lansia yang dimiliki Sunway Medical Centre

Pernyataan tersebut disampaikan saat menangani kasus neck of femur fracture atau patah tulang pada leher femur, cedera serius di area pinggul yang dialami pasien lansia berusia 102 tahun di Sunway Medical Centre.

Kasus tersebut langsung ditangani oleh tim multidisiplin yang terdiri dari dokter ortopedi, geriatri, anestesi, hingga rehabilitasi medis. Menurut tim dokter, tindakan operasi cepat menjadi langkah penting agar pasien dapat kembali bergerak dan terhindar dari risiko komplikasi akibat terlalu lama berbaring.

Pasien yang akrab disapa Popo itu sebelumnya dikenal aktif dan masih mandiri menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk membantu usaha keluarga. Namun, setelah terjatuh, ia mengalami cedera serius pada pinggul yang umum terjadi pada lansia akibat kondisi tulang yang semakin rapuh.

“Pada usia lanjut, cedera seperti ini sering kali menjadi awal dari penurunan kondisi fisik secara drastis,” jelas Jeffrey.

2. Fracture Liaison Service (FLS) yaitu sistem perawatan multidisiplin khusus pasien patah tulang lansia

Seorang dokter berbicara dan berjabat tangan dengan pasien lansia di tempat tidur rumah sakit, didampingi oleh anggota keluarga di ruang perawatan.
Penanganan dilakukan melalui layanan Fracture Liaison Service (FLS), yaitu sistem perawatan multidisiplin khusus pasien patah tulang lansia yang dimiliki Sunway Medical Centre

Penanganan dilakukan melalui layanan Fracture Liaison Service (FLS), yaitu sistem perawatan multidisiplin khusus pasien patah tulang lansia yang dimiliki Sunway Medical Centre. Layanan ini memungkinkan proses evaluasi dan tindakan medis berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.

Kurang dari 24 jam setelah dirawat, Popo menjalani prosedur bipolar hemiarthroplasty, yakni operasi penggantian sebagian sendi pinggul yang dirancang untuk mengurangi tekanan fisik pada pasien lansia serta mempersingkat durasi operasi. Operasi dilakukan menggunakan anestesi regional dan spinal tanpa anestesi total guna menekan risiko komplikasi, dan berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar satu jam.

Hasil pemulihannya pun terbilang sangat cepat. Hanya 48 jam setelah operasi, Popo sudah mampu berdiri dan mulai berjalan dengan bantuan tim rehabilitasi medis.

3. Pasien tertua yang menjalani operasi di Sunway Medical Centre berusia 102 tahun

ilustrasi cedera
ilustrasi cedera (unsplash.com/Tom Claes)

Di usia 102 tahun, Popo tercatat sebagai pasien tertua yang menjalani operasi di Sunway Medical Centre dan disebut menjadi salah satu pasien operasi pinggul tertua di Asia Tenggara. Jeffrey juga menekankan bahwa keberhasilan pemulihan pasien lansia tidak hanya bergantung pada tindakan medis, tetapi juga dukungan keluarga selama proses penyembuhan.

“Kalau saya masih bisa berjalan, saya ingin melakukannya,” ujar Popo kepada keluarganya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More