Bursa Wirausaha Unggulan di USU, 1.000 UMKM Ikuti Inkubasi

- Bursa Wirausaha Unggulan Sumatra Utara digelar di USU, Medan, mempertemukan pelaku usaha dengan pemerintah, akademisi, lembaga pembiayaan, dan mitra pengembangan usaha.
- Sekitar 1.000 UMKM dan calon wirausaha muda mengikuti program; 500 peserta mendapat inkubasi pembiayaan, sementara 500 lainnya mengikuti pengembangan teknologi dan kompetensi.
- Program menyediakan business matching, expo, akad KUR, jejaring, legalitas, sertifikasi, pendampingan, serta pitching untuk memperkuat akses usaha dan ekosistem kewirausahaan nasional.
Medan, IDN Times - Bursa Wirausaha Unggulan Sumatra Utara digelar di Universitas Sumatera Utara (USU), pada Kamis (20/8/2026). Mengusung tema "Berani Mulai, Bertumbuh, Siap Berdampak", kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha dengan pemerintah, akademisi, lembaga pembiayaan, serta mitra pengembangan usaha.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas hadir dalam kegiatan tersebut bersama Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Gubernur Sumatra Utara M. Bobby Afif Nasution, Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin dan Deputi Bidang Kewirausahaan M. Riza Damanik.
1. Diperlukan stimulus dan penguatan bagi pelaku usaha

Bursa Wirausaha Unggulan Sumatra Utara digelar di USU (Dok. Diskominfo Medan) Rico Waas menilai potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan sangat besar. Karena itu, diperlukan stimulus dan penguatan bagi pelaku usaha, termasuk melalui akses pembiayaan.
"Potensi UMKM kita sangat besar di Kota Medan. Bagaimana diberikan stimulus, baik dalam bentuk pinjaman maupun penguatan terhadap para pengusahanya, tentunya sangat baik. Apalagi pemerintah semakin terbuka dalam pembangunan usaha-usaha ini," ujar Rico.
2. Ada 1.000 peserta ikuti inkubasi dan business matching

Bursa Wirausaha Unggulan Sumatra Utara digelar di USU (Dok. Diskominfo Medan) Bursa Wirausaha Unggulan Sumatra Utara menjadi bagian dari rangkaian program pengembangan wirausaha yang digelar di tujuh provinsi di Indonesia. Sumatra Utara menjadi provinsi ketiga setelah Bali dan Jakarta.
Kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 pelaku UMKM dan calon wirausaha muda. Sekitar 500 UMKM mengikuti inkubasi pembiayaan yang melibatkan Bank Mandiri, Bank BPN, BNI, Bank Sumut, dan Next Indonesia. Program ini bertujuan memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat literasi dan pengelolaan keuangan.
Sementara 500 peserta lainnya mengikuti inkubasi berbasis teknologi dan peningkatan kompetensi melalui 11 lembaga inkubator di Sumatra Utara, termasuk USU. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk, pemanfaatan teknologi, pemasaran, dan produktivitas usaha.
Penguatan akses usaha juga dilakukan melalui business matching, expo, serta akad massal Kredit Usaha Rakyat KUR. Delapan pelaku UMKM terpilih mengikuti business matching untuk membuka peluang kerja sama usaha secara berkelanjutan.
3. Ekosistem kewirausahaan nasional

Bursa Wirausaha Unggulan Sumatra Utara digelar di USU (Dok. Diskominfo Medan) Menteri UMKM, Maman Abdurrahman dalam kegiatan tersebut memberikan arahan terkait penguatan ekosistem UMKM dan kewirausahaan nasional. Pelaku usaha didorong tidak hanya berani memulai, tetapi juga mampu bertumbuh dan memberikan dampak.
Rangkaian kegiatan turut diisi kunjungan ke Expo Island yang menampilkan produk para wirausaha serta Inspirational Talk & Sharing Session bersama sejumlah pakar dan praktisi.
Program ini memberikan peserta akses terhadap jejaring usaha, pembiayaan, legalitas dan perizinan, sertifikasi, pendampingan, hingga peluang mengikuti business pitching di hadapan mitra strategis.
Bursa Wirausaha Unggulan Sumatra Utara menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem kewirausahaan sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat memulai dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

















