Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

2 Jasad Korban Speedboat Terbalik di Perairan Rupat Ditemukan

Kota Pekanbaru
2 Jasad Korban Speedboat Terbalik di Perairan Rupat Ditemukan
Tim SAR menemukan dua jasad korban speedboat terbalik di perairan Pulau Rupat (IDN Times/ dok SAR Dumai)
  • Tim SAR menemukan dua dari tiga penumpang yang hilang akibat speedboat terbalik di perairan Pulau Rupat dalam keadaan meninggal dunia, lalu mengevakuasi jasad ke Pelabuhan Wilmar Dumai untuk identifikasi.
  • Speedboat tujuan Malaysia yang membawa 22 penumpang terbalik dan tenggelam setelah dihantam hujan lebat, angin kencang, serta badai; 19 orang selamat dan satu korban masih dicari.
  • Sebanyak 20 penumpang diduga PMI ilegal dan dua lainnya tekong. Sembilan penyintas diamankan di P4MI Dumai, didata, lalu menunggu pemulangan ke daerah asal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bengkalis, IDN Times - Tim SAR gabungan menemukan dua korban kecelakaan speedboat yang terbalik dan tenggelam dihantam cuaca buruk di perairan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Dimana, kedua korban tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Dalam operasi pencarian, tim menemukan korban pertama dalam kondisi meninggal dunia. Yang mana, korban pertama ditemukan mengapung sekitar 2,5 Nm dari lokasi awal speedboat tersebut terbalik.

Tak berselang lama, korban kedua pun ditemukan. Jarak lokasi penemuan korban kedua mencapai sekitar 11,6 Nm dari titik kecelakaan.

"Kedua jasad korban kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Wilmar Dumai. Setibanya di pelabuhan, jenazah diserahkan kepada tim Inafis untuk menjalani proses identifikasi," ucap Kepala Kantor SAR Pekanbaru Budi Cahyadi, Kamis (20/8/2026).

Diketahui, sebuah speedboat bermesin ganda mengalami kecelakaan di perairan Pulau Rupat pada pekan kemarin. Speedboat dengan tujuan Malaysia itu, membawa 22 penumpang.

Dalam perjalanannya, speedboat tersebut dihantam cuaca buruk berupa hujan lebat, angin kencang dan badai. Atas hal tersebut, speedboat terbalik dan tenggelam.

Setelah speedboat itu karam, para penumpang sempat terombang ambing ditengah laut. 19 penumpang berhasil selamat setelah kapal yang sedang melintas melihat mereka. Sedangkan 3 lainnya hilang tenggelam.

  1. 1. Satu korban lagi belum ditemukan, tim perluas pencarian

    20260816_062842.jpg
    Tim SAR saat melakukan pencairan 3 orang yang hilang di perairan Pulau Rupat (IDN Times/ dok SAR Dumai)

    Dilanjutkan Budi, pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban lagi yang belum temukan.

    Tim juga memperluas area operasi pencarian hingga 291 Nm² dari lokasi kejadian. Pencarian dilakukan dengan track spacing 0,5 Nm untuk memperbesar peluang menemukan korban yang masih hilang. 

    Tim terus menyisir wilayah perairan yang menjadi lokasi operasi guna menemukan korban terakhir. Kondisi cuaca dan keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama selama proses pencarian berlangsung," lanjut Budi.

  2. 2. 20 penumpang merupakan PMI ilegal, 9 diantaranya telah diamankan

    IMG-20260818-0146.jpg
    9 PMI ilegal yang sempat terombang ambing di tengah laut kini berada di Rumah Ramah P4MI Kota Dumai (IDN Times/ dok BP3MI Riau)

    Berdasarkan data yang diterima IDN Times, para korban speedboat tersebut merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang hendak bekerja di Malaysia. Dimana, 20 dari 22 penumpang itu, merupakan PMI ilegal. Sedangkan dua orang lainnya, merupakan tekong atau penyalur PMI ilegal tersebut.

    Pada saat kejadian, para korban terpencar. Ada yang diselamatkan oleh nelayan dan ada juga yang diselamatkan oleh KM Singkong.

    "Yang saat ini diamankan di P4MI Dumai jumlahnya 9 orang. Semuanya laki-laki," ucap Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Riau Harold Hamonangan.

    "Sedangkan yang selamat lainnya, belum diketahui keberadaannya," sambungnya.

    Berikut ini identitas 9 PMI ilegal yang diamankan di P4MI Kota Dumai:

    • Ary Murdani, warga Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat
    • Edi Rismawan, warga Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung
    • Basri, warga Kabupaten Kirinci, Provinsi Jambi
    • Syafrijal, warga Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh
    • Sarengat, warga Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung
    • Katno, warga Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur
    • Yogi Jaka Wardana, warga Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh
    • Depi Firmansyah, warga Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
    • Ana Bin Warno, warga Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.

  3. 3. Akan dipulangkan ke daerah asal

    IMG-20260818-0168.jpg
    9 PMI ilegal ini akan dipulangkan ke daerah asalnya (IDN Times/ dok BP3MI Riau)

    Terhadap ke 9 orang tersebut, ditambahkan Harold, pihaknya akan memulangkan mereka ke daerah asalnya.

    "Setelah didata, ke 9 PMI bermasalah itu akan dipulangkan ke daerah asalnya. Saat ini mereka masih di Rumah Ramah P4MI Dumai dan menunggu jadwal pemulangan," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More