Ilustrasi MBG ya g dibagikan pemerintah. (Dok. Istimewa)
Sudaryono meminta seluruh SPPG di Indonesia meningkatkan kehati-hatian dalam menjalankan pelayanan MBG. Ia menilai kesalahan dalam penyediaan makanan dapat berakibat serius karena menyangkut kesehatan dan keselamatan penerima.
"Jadi, kalau enggak mampu jadi kepala dapur, kalau enggak mampu jadi chef, kalau enggak mampu jadi jadi petugas di situ, kau mundur aja. Karena nyawa seseorang enggak bisa dipertaruhkan begini, ya," kata Sudaryono kembali.
Sementara itu, kondisi pelajar yang masih dirawat di RSU Haji Medan disebut terus membaik. Sudaryono mengatakan korban telah menjalani perawatan selama tiga hari dan masih berada dalam pemantauan intensif tim medis.
"Kondisinya sudah di sini sudah 2 hari, ini hari yang ketiga. menurut laporan tadi sudah membaik ya. Jadi sudah, jadi treatment-nya adalah kondisi perut dipuasakan, kemudian karena ada bakteri, ada perintutan antibiotik sama pain killer, anti nyeri. Dan dipastikan bagaimana caranya kenapa diistirahatkan supaya toksin-toksinnya itu keluar," jelas Sudaryono.
Sudaryono berharap kondisi korban dapat kembali normal dalam satu hingga dua hari. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatra Utara yang menanggung biaya pengobatan korban.