Akui 'Keteteran' Tangani Bencana 2025, Sumut Borong Alat Berat 2026

- Belanja alat berat senilai Rp46 miliar
- Pemprov Sumut sempat mengalami kendala distribusi alat saat menangani bencana di tahun sebelumnya. Penambahan armada ini diharapkan membuat penanganan material longsor atau banjir jadi lebih gesit.
- Dana Pasca bencana dianggarkan sampai Rp210 Miliar
Medan, IDN Times - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut blak-blakan mengaku sempat kewalahan menghadapi dampak bencana akibat minimnya armada. Kini Pemprov Sumut menggelontorkan anggaran jumbo sebesar Rp1,9 triliun untuk pembangunan infrastruktur di tahun 2026.
Kepala Bidang Perencanaan Dinas PUPR Sumut, Rizal Hasibuan, mengungkapkan bahwa keterbatasan armada menjadi sandungan utama saat pembersihan material banjir dan longsor di masa tanggap darurat 2025.
“Saat tanggap darurat bencana tahun lalu kita agak keteteran dalam hal alat berat,” ujar Rizal dalam keterangan resmi, Kamis (29/1/2026).
1. Belanja alat berat senilai rp46 miliar

Setelah sempat "keteteran", Pemprov Sumut baru mengalokasikan Rp46 miliar untuk pengadaan alat berat tahun ini.
Langkah ini diambil setelah Pemprov Sumut sempat mengalami kendala distribusi alat saat menangani bencana di tahun sebelumnya. Penambahan armada ini diharapkan membuat penanganan material longsor atau banjir jadi lebih gesit.
2. Dana Pasca bencana dianggarkan sampai Rp210 Miliar

Pemprov Sumut juga menganggar dana pasca-bencana. Totalnya mencapai Rp210 miliar untuk pembangunan infrastruktur.
Rinciannya, Rp151 miliar untuk kebinamargaan dan Rp59 miliar untuk sumber daya air.
3. Anggaran Rp1,9 T dialokasikan ke Program INSTANSI

Sementara itu, Rp1,9 triliun telah disiapkan untuk memastikan konektivitas pembangunan. Fokus utama anggaran jumbo ini adalah mendukung Program Hasil Terbaik Cepat Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI) yang digagas oleh Gubernur Sumut, Bobby Nasution.
Rizal Hasibuan, mengungkapkan bahwa alokasi ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan akses jalan dan sistem pengairan yang lebih baik.
“Pagu indikatif terhadap rencana pembangunan infrastruktur (2026) sebesar Rp1,9 triliun,” ujar Rizal dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut.
Pemprov Sumut membagi anggaran Rp1,9 triliun ke dalam beberapa sektor krusial. Sektor kebinamargaan (jalan dan jembatan) mendapatkan porsi besar, yakni Rp690 miliar untuk Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Rp356 miliar untuk Proyek Strategis Daerah (PSD).
Tak hanya soal jalan, urusan perut dan pengairan juga jadi prioritas. Bidang sumber daya air mendapatkan alokasi Rp258 miliar untuk PHTC dan Rp57 miliar untuk PSD.


















