Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sumut Diprediksi akan Deflasi Bulan Januari, Ini Penyebabnya

ilustrasi deflasi (freepik.com/starline)
ilustrasi deflasi (freepik.com/starline)

Medan, IDN Times - Setelah membukukan inflasi tinggi di akhir tahun kemarin. Sumut diprediksi akan merealisasikan deflasi besar pada bulan Januari. Sejumlah komoditas pangan yang menjadi penyumbang deflasi diantaranya adalah cabai merah yang turun sekitar 45 persen, cabai rawit turun sekitar 13 persen, bawang merah turun sekitar 15.4 persen, telur ayam turun sekitar 3.62 persen, gula pasir curah turun 6.6 persen dan minyak goreng curah turun sekitar 18.2 persen.

Namun sejumlah komoditas juga alami kenaikan harga seperti daging ayam, daging sapi, bawang putih, gula pasir premium, minyak goreng kemasan hingga emas masih membukukan kenaikan. Sehingga diproyeksikan Sumut akan mengalami deflasi minimal 0.56 persen (month to month) di bulan Januari.

Penurunan untuk komoditas pangan hortikultura seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah lebih dikarenakan oleh membaiknya pasokan setelah bencana besar November.

1. Harga pangan di bulan Desember 2025 menjadi puncak tertinggi akibat gangguan supply

ilustrasi deflasi (istockphoto.com/mesh cube)
ilustrasi deflasi (istockphoto.com/mesh cube)

Pengamat ekonomi, Benjamin Gunawan menilai kenaikan laju tekanan inflasi disaat awal tahun (Januari) tidak akan tejadi di tahun 2026 ini. Karena disaat Januari 2026, harga sejumlah kebutuhan pangan alami penurunan.

"Secara teknikal harga pangan di bulan Desember 2025 menjadi puncak tertinggi akibat gangguan supply. Yang memaksa harga pangan alami pelemahan seiring dengan proses pemulihan bencana," katanya.

2. Selain Gunung Sitoli, Tapanuli berpeluang mencetak deflasi yang lebih besar dibandingkan Sumut secara keseluruhan

Ilustrasi Deflasi (IDN Times)
Ilustrasi Deflasi (IDN Times)

Namun, untuk sejumlah wilayah seperti Gunung Sitoli/Nias, dan Tapanuli berpeluang mencetak deflasi yang lebih besar dibandingkan Sumut secara keseluruhan. Sebagai contoh harga cabai di Gunung Sitoli Nias dipastikan alami penurunan signifikan. Saat ini harga cabai merah di Gunung Sitoli Rp33.750 per Kg berdasarkan hasil pemantauan melalui PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis).

"Angka tersebut sangat jauh berbeda dengan bulan Desember yang sempat ditransaksikan dikisaran harga 200 ribu per Kg. Bahkan dari beberapa sumber yang saya tanyai harga cabai merah ditransaksikan dikisaran 300 ribu per Kg pada bulan Desember silam. Sehingga Gunung Sitoli berpeluang mencetak deflasi lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lain di Sumut," sebut Gunawan.

3. Wilayah Gunung Sitoli juga bisa berlanjut deflasi hingga bulan Februari

Ilustrasi Deflasi (freepik.com/freepik)
Ilustrasi Deflasi (freepik.com/freepik)

Lanjutnya, tidak berhenti disitu, deflasi di Gunung Sitoli juga bisa saja berlanjut pada bulan Februari mendatang.

"Situasinya bisa sangat berbeda dengan mayoritas wilayah IHK (indeks harga konsumen) yang dijadikan basis perhitungan inflasi di Sumut. Namun potensi deflasi Gunung Sitoli di bulan depan akan sangat bergantung dari besaran deflasi di Januari 2026," tutupnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Kebakaran Pabrik Sandal di Medan Akhirnya Padam, 4 Armada Masih Berjaga

29 Jan 2026, 20:30 WIBNews