Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini 12 Perusahaan Asal Sumut yang Sudah Go-Public, Satu Masih Suspend

Ini 12 Perusahaan Asal Sumut yang Sudah Go-Public, Satu Masih Suspend
Konferensi Pers OJK, BEI, dan AEI, Rabu (4/2), di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Intinya Sih
  • Hingga Maret 2026, terdapat 12 perusahaan asal Sumut yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia dari total 956 emiten nasional, mencakup sektor rumah sakit, perbankan, hingga perkebunan.
  • Bank Sumut sempat merencanakan IPO dengan potensi dana Rp1,5 triliun namun membatalkannya tanpa alasan jelas; kini hanya tercatat di pasar obligasi.
  • PT Toba Pulp Lestari Tbk menjadi perusahaan Sumut tertua di BEI sejak 1990 namun sahamnya disuspensi sejak Desember 2025 akibat pencabutan izin usaha oleh pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Hingga 6 Maret 2026, jumlah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 956 perusahaan. Jumlah tersebut, hanya ada 12 perusahaan asal Sumut yang sudah Go-Public. Selain itu, ada satu perusahaan dari Sumut yang tercatat di pasar obligasi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Sumut pernah membeberkan banyak perusahaan asal Sumut yang berpotensi "go public" dengan melakukan IPO. Akan tetapi, mayoritas dari mereka cenderung menunggu perusahaan lain untuk maju terlebih dahulu. Berikut nama-namanya:

1. Ada perusahaan perhotelan, rumah sakit, hingga perkebunan kelapa sawit

Gedung Bank Mestika (Dok. IDN Times)
Gedung Bank Mestika (Dok. IDN Times)

Berikut ke 12 perusahaan asal Sumut yang sudah go-public (terbuka) di Bursa Efek Indonesia:

1. Rumah Sakit: PT Royal Prima Tbk (PRIM)

2. Rumah Sakit: PT Murni Sadar Tbk (MTMH)

3. Perbankan: PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) 

4. Furniture: PT Cahaya Bintang Medan Furniture Tbk (CBMF) 

5. HTI/ Pabrik Kertas: PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) 

6. Perhotelan: PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) 

7. Cetakan Sarung Tangan: PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) 

8. Pembuatan dan Pemasangan Boiler: PT Atmindo Tbk (AMIN) 

9. Perkebunan Kelapa Sawit: PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA)

 10. Perkebunan Kelapa Sawit: PT Mahkota Group Tbk (MGRO) 

11. Pengolahan Hasil Laut: Toba Surimi Industries Tbk (CRAB). 

12. Sarung tangan lateks: PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI)

2. Bank Sumut gagal IPO, tadi saat ini sudah tercatat di pasar obligasi

WhatsApp Image 2025-11-24 at 20.25.42_cb3d1686.jpg
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Sumut (Dok. Humas Bank Sumut)

Selain itu, ada satu perusahaan dari Sumut yang tercatat di pasar obligasi yakni Bank Sumut.

Bank Sumut sebenarnya telah melakukan penawaran awal (book building) atas 2,93 miliar lembar saham yang dilepas melalui Initial Public Offering (IPO) pada 5-18 Januari 2023 kemarin. Jumlah saham yang ditawarkan setara 23% dari total saham perseroan setelah IPO.

Namun pada akhir Januari 2023, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa Bank Sumut telah membatalkan rencana IPO tersebut. Pembatalan aksi korporasi ini juga tidak disertai dengan alasan spesifik.

Sebagai catatan, Bank Sumut mematok harga saham IPO pada saat book building sebesar Rp350 sampai dengan Rp510 per lembar. Dengan asumsi harga penawaran saham sebesar Rp510 per lembar, perseroan berpotensi meraup dana segar hingga Rp1,5 triliun dari IPO.

3. PT Toba Pulp Lestari Tbk sudah Go Public sejak 35 tahun lalu namun kini statusnya di-suspend

PT Toba Pulp Lestari
PT Toba Pulp Lestari (instagram.com/@tobapulplestari)

Di antara 12 perusahaan Sumut yang sudah Go Public, PT Toba Pulp Lestari Tbk adalah yang tertua atau terlama. Berdasarkan catatan BEI, perusahaan berkode emiten INRU ini sudah listing sejak 8 Juni 1990. Wow, sudah 35 tahun ternyata.

Namun sayangnya pada 18 Desember 2025 saham INRU di-suspend BEI. Akibat dari pernyataan pemerintah terkait pencabutan izin usaha pemanfaatan hutan (PBPH) dan izin tambang 28 perusahaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar pasca bencana banjir hebat 26 November 2025. Satu di antaranya adalah PT TPL.

Manajemen INRU dalam keterbukaan informasi di laman resmi BEI menegaskan akan mematuhi seluruh ketentuan regulator dan mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah terkait penertiban usaha berbasis sumber daya alam.

Di sisi lain, saham INRU hingga kini masih berada dalam status suspensi. Berdasarkan pengumuman resmi Bursa Efek Indonesia, perdagangan saham PT Toba Pulp Lestari Tbk dihentikan sementara sejak Sesi II perdagangan Rabu, 17 Desember 2025 di angka 590.

Hingga saat ini, Bursa belum menyampaikan waktu pembukaan kembali perdagangan saham INRU dan masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari perseroan serta regulator terkait.

Setelah INRU, perusahaan lain asal Sumut yang berhasil Go-Public adalah PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk tahun 2000. Sedangkan yang paling terbaru Go Public adalah PT Maja Agung Latexindo Tbk. Perusahaan berkode emiten SURI ini listing perdana pada 7 Desember 2023 dan merupakan Shamrock Group.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More