Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Tips Menjaga Kewarasan dalam Menjalani Kehidupan yang Hectic

3 Tips Menjaga Kewarasan dalam Menjalani Kehidupan yang Hectic
ilustrasi karyawan baru sedang memegang kepala sambil melihat tablet (freepik.com/tirachard)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti tantangan hidup serba cepat di perkotaan yang dapat memicu stres dan menurunkan kesehatan mental jika tidak diimbangi dengan pengelolaan diri yang baik.
  • Ditekankan pentingnya mengambil jeda secara berkala, menjauh sejenak dari rutinitas, serta memanfaatkan waktu libur untuk relaksasi agar pikiran tetap tenang dan fokus terjaga.
  • Disarankan mengurangi waktu di media sosial serta meluapkan emosi negatif secara terkendali melalui curhat atau doa agar kewarasan dan keseimbangan mental tetap terpelihara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Di tengah ritme hidup yang serba cepat, jadwal padat sudah menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Terutama bagi masyarakat yang tinggal dan bekerja di perkotaan, waktu terasa berjalan begitu singkat sementara daftar pekerjaan terus bertambah dan harus diselesaikan sesuai tenggat waktu.

Meski kondisi ini dianggap lumrah, tekanan akibat aktivitas tanpa jeda kerap memicu rasa lelah berlebihan hingga mental terasa kewalahan. Pikiran dipenuhi tuntutan pekerjaan, urusan pribadi, dan berbagai target yang datang bersamaan. Jika dibiarkan terus-menerus, situasi tersebut bisa memengaruhi kesehatan mental dan menurunkan kualitas hidup.

Karena itu, penting untuk tetap menjaga keseimbangan diri di tengah kesibukan sehari-hari. Berikut beberapa tips sederhana yang bisa membantu menjaga kewarasan dan kesehatan mental meski aktivitas sedang padat-padatnya.

1.Selalu sempatkan untuk mengambil jeda secara berkala

ilustrasi salat berjamaah (pexels.com/Thirdman)
ilustrasi salat berjamaah (pexels.com/Thirdman)

Ketika menghadapi kesibukan dengan intensitas tinggi, kamu pasti akan merasa begitu penat. Konsentrasi mulai menurun dan kesabaran pun semakin menipis, sehingga rawan melakukan kesalahan. Jika sudah seperti ini, kamu memerlukan “obat” yang ampuh, yaitu mengambil jeda selama beberapa waktu.

Supaya stres tidak menggunung, sempatkan untuk mengambil jeda secara berkala di sela-sela aktivitas. Jika kamu seorang muslim, usahakan untuk salat tepat waktu karena hal ini tidak hanya menandakan ketaatanmu pada Allah SWT, tetapi juga sekaligus membantu menenangkan pikiran yang ribut dengan sejenak lepas dari pekerjaan. Selain itu, manfaatkan hari libur untuk sementara menjauhkan diri dari segala bentuk kesibukan sehari-hari dan fokus pada usaha relaksasi. Dengan begini, kamu akan merasakan kedamaian, sehingga tetap sehat jasmani dan rohani.

2.Kurangi frekuensi menghabiskan waktu untuk "tenggelam" dalam media sosial

ilustrasi seseorang yang sedang berlibur (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi seseorang yang sedang berlibur (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Salah satu cara yang sering dilakukan orang-orang untuk meredakan stres adalah mengakses media sosial. Mungkin niatnya sekadar melihat hal-hal menarik yang bisa dijadikan inspirasi. Namun, sering kali yang terjadi justru sebaliknya. Alih-alih mendapatkan manfaat, malah yang ada semakin kewalahan karena menyaksikan banyak orang memamerkan keberhasilan, kekayaan, dan segala bentuk flexing lainnya. Bukannya tenang, hati dan pikiran malah semakin kacau, kan?

Oleh sebab itu, jaga kewarasanmu di tengah sibuknya aktivitas sehari-hari dengan mengurangi frekuensi menghabiskan waktu untuk “tenggelam” dalam media sosial. Sebaliknya, gunakan waktu luangmu untuk melakukan kegiatan nyata dan bermanfaat, seperti membaca buku, berolahraga, atau mengunjungi tempat-tempat yang menawarkan pemandangan alam luar biasa. Hasilnya, pikiran menjadi tenang, sehingga kondisi mental pun tetap stabil.

3.Jangan segan untuk meluapkan emosi negatif secara terkendali

ilustrasi mengobrol (pexels.com/Laura Tancredi)
ilustrasi mengobrol (pexels.com/Laura Tancredi)

Tidak dapat dimungkiri bahwa menjalani kehidupan yang sibuk memang bukan sesuatu yang mudah. Kamu dituntut untuk pandai mengatur jadwal dan benar-benar disiplin mengikutinya agar tidak sampai menghadapi dua atau lebih kegiatan dalam satu waktu. Oleh karena itu, bukan hal yang mengherankan bila akhirnya kamu merasa seolah kewarasan sedang dipertaruhkan, bukan begitu?

Supaya kesehatan mentalmu tetap prima, jangan segan untuk meluapkan emosi negatif yang dirasakan, tentunya secara terkendali. Sebagai contoh, saat menanggung beban berat, ceritakan keluh kesah, yang sekiranya boleh disampaikan, kepada sosok yang kamu percaya. Selain itu, bila merasa tidak sanggup menghadapi sesuatu, maka berdoalah dan biarkan dirimu menangis sepuasnya karena ini akan menciptakan sensasi kelegaan setelahnya. Kalau sudah begini, hati terasa lebih ringan, pikiran menjadi jernih, sehingga kewarasan tetap terjaga.

Menjalani kehidupan yang sibuk memang bukan hal yang aneh, terlebih bagi mereka yang tinggal di kota besar. Namun, situasi ini juga menimbulkan konsekuensi berupa kewarasan yang terkadang dipertaruhkan. Oleh sebab itu, jaga kesehatan mental dengan menerapkan beberapa tips dalam artikel. Hati dan pikiran yang sehat akan jadi sumber kebahagiaan, bukan begitu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More