Kisah Loli Buka Oppung Coffee dari Ladang Sidamanik untuk Pecinta Kopi

Medan, IDN Times - Pandemi Covid-19 memaksa banyak usaha tutup. Namun di tengah keterpurukan itu, Loli justru menemukan peluang baru di ladang milik orang tuanya. Dari sanalah lahir Oppung Coffee, usaha kopi asli Sumatra Utara yang berdiri sejak 2020.
Kisah Oppung Coffee bermula dari keprihatinan Loli melihat orang tuanya yang berprofesi sebagai petani kopi. Biasanya hasil panen dijual dalam bentuk biji, lalu orang tua kembali membeli bubuk kopi di warung untuk dikonsumsi.
"Saya coba meracik kopi hasil tani orang tua saya. Rasanya sangat berbeda dengan kopi yang dibeli dari warung. Dari situ saya mulai tertarik dengan kopi dan memutuskan membuat usaha kopi asli," kata Loli kepada IDN Times, saat ditemui dalam acara Karya Kreatif Sumatra Utara yang digelar Bank Indonesia di Delipark Medan.
Nama "Oppung" dipilih untuk mengenang sang kakek. Menurut cerita orang tuanya, sang "oppung" dahulu adalah pengumpul kopi yang hasil jerih payahnya menyekolahkan seluruh anak hingga tamat.
"Karena Oppung inilah, bisa sekolah semua anaknya. Bisa naik perekonomian. Dari situ saya berpikir, kenapa tidak membuat usaha kopi saja? Akhirnya saya buat usaha kopi namanya Oppung Coffee," ujar Loli.
1. Lahir di masa pandemi dan bertahan karena optimisme

Loli yang sebelumnya kuliah di Yogyakarta terpaksa pulang kampung pada 2020. Seluruh anggota keluarganya yang berprofesi sebagai agen perjalanan terdampak pandemi.
"Karena Covid, usahanya mati. Jadi antara saya dan kakak, salah satu harus mundur dulu. Akhirnya kami pulang kampung semua. Tahun 2020 itu kami ke ladang," ceritanya.
Berbekal optimisme, Loli mulai belajar meracik dan mengolah kopi kepada teman-teman yang sudah lebih dulu memiliki usaha kopi di daerahnya. Ia melihat kopi bukan hanya komoditas, tetapi sudah menjadi gaya hidup masyarakat.
"Kopi itu sudah jadi kebutuhan sehari-hari. Kalau tidak kopi rasanya ada yang kurang. Apalagi potensinya besar, jaringannya luas, bahkan bisa untuk ekspor," ujarnya.
2. Oppung Coffee sudah masuk dalam binaan Bank Indonesia dan berbasis petani lokal

Pada 2021, Oppung Coffee terpilih sebagai Wirausaha Unggulan binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematang Siantar. Sejak saat itu, Bank Indonesia tidak hanya memberikan pembinaan, tetapi juga memfasilitasi pengembangan usaha.
"Bank BI benar-benar mendukung UMKM. Kita tidak hanya dibina, kita difasilitasi juga sampai hari ini," kata Loli.
Ciri khas Oppung Coffee adalah bahan bakunya yang 100 persen berasal dari petani lokal. Bahan baku kopi robusta dan arabika didapat dari Desa Manikmaraja II, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.
Ibunda Loli kini berperan sebagai pengumpul kopi di desa tersebut. Hasil panen dari para petani kemudian dikirim ke roastery milik Oppung Coffee untuk diolah.
"Kami yang menyuplai kopi-kopi ke kafe-kafe di daerah sana," ujarnya.
Tagline "Dari Petani untuk Kamu Nikmati" menjadi cerminan semangat usaha ini. Tidak hanya menjual produk, Oppung Coffee juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar untuk membantu menyortir biji kopi, mengangkut, hingga mengirim barang ke ekspedisi.
"Kalau dari kampung kan dikirim yang asalan. Sedangkan kami butuh kopi yang spesial. Jadi kami cari masyarakat di sekitar rumah untuk bantu sortir," jelas Loli.
3. Tantangan dan harapan Loli menjalani usaha kopi dari ladang opung miliknya

Tantangan terbesar yang dihadapi adalah modal dan pemasaran. Namun Loli tetap optimistis karena melihat potensi kopi Sumatra Utara yang besar.
Hingga kini, Oppung Coffee masih terus berjalan dan berkembang. Melalui pembinaan Bank Indonesia dan keterlibatan langsung petani, Loli berharap usaha ini dapat terus mengangkat kesejahteraan petani kopi di Simalungun sekaligus memperkenalkan cita rasa kopi asli daerah ke pasar yang lebih luas hingga ekspansi keluar negeri salah satunya di Cina.
"Kami ingin membuktikan kopi dari petani kita sendiri bisa dinikmati banyak orang," pungkasnya.



















