Mendikdasmen Kunjungi 2 SMPN di Medan, Tinjau Papan Interaktif Digital

- Menteri Abdul Mu'ti meninjau SMPN 1 dan SMPN 16 Medan untuk memastikan pembelajaran kembali normal setelah banjir akhir tahun lalu.
- Di SMPN 1, ruang kelas terdampak banjir selesai dibangun pada Agustus 2026 beranggaran Rp2,9 miliar; sekolah juga memakai Papan Interaktif Digital dan menerima program MBG.
- SMPN 16 menerima revitalisasi Rp2.901.752.000 untuk memperbaiki kelas, administrasi, perpustakaan, dan UKS, sehingga seluruh kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal.
Medan, IDN Times - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 16 Kota Medan bersama Wali Kota Medan, Rico Waas, pada Senin (14/9/2026).
Kunjungan dilakukan untuk memastikan proses pembelajaran berjalan normal pascabanjir akhir tahun lalu.
1. Menteri Abdul Mu'ti mengikuti upacara bendera

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 16 Kota Medan bersama Wali Kota Medan, Rico Waas (Dok. Diskominfo Medan) Di SMPN 1 Medan, Menteri Abdul Mu'ti mengikuti upacara bendera dan berinteraksi langsung dengan para siswa.
"Saya bersama Pak Wali Kota mengikuti upacara bendera dan ikut senang melihat anak-anak di sekolah ini," ujar Abdul Mu'ti.
Pada kesempatan tersebut, Direktur terkait juga menyerahkan bantuan untuk SMPN 1 Medan. Sekolah ini merupakan salah satu penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan aman. Tadi saya bertanya kepada anak-anak, mereka meminta agar program ini dilanjutkan. Mereka sangat antusias dan menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden," katanya.
2. Meninjau kelas yang mendapatkan bantuan Papan Interaktif Digital

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 16 Kota Medan bersama Wali Kota Medan, Rico Waas (Dok. Diskominfo Medan) Menteri juga meninjau kelas yang mendapatkan bantuan Papan Interaktif Digital (PID). Papan tersebut telah digunakan guru untuk mengajar mata pelajaran matematika.
"Tadi Pak Wali Kota juga mencoba masuk ke kelas dan melihat bantuan lain yang kita berikan. Alhamdulillah semuanya bermanfaat," ujarnya.
Kepala SMPN 1 Medan menyampaikan pembangunan ruang kelas yang terdampak banjir telah selesai pada Agustus 2026. Saat ini kegiatan belajar mengajar telah berjalan 100 persen dan tidak lagi dilakukan secara daring.
Pembangunan tersebut menelan anggaran Rp2,9 miliar dan melibatkan 20 orang pekerja. Pihak sekolah memastikan tidak ada utang dalam pengerjaan proyek dan masih terdapat sisa anggaran.
"Sisa anggaran akan digunakan untuk penataan lingkungan sekolah agar terlihat lebih indah, asri, aman, sehat, dan bersih," jelas Kepala Sekolah.
3. SMPN 16 Medan terima revitalisasi Rp2,9 Miliar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 16 Kota Medan bersama Wali Kota Medan, Rico Waas (Dok. Diskominfo Medan) Usai dari SMPN 1, Menteri Abdul Mu'ti bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke SMPN 16 Medan. Sekolah ini menjadi salah satu penerima program revitalisasi 2026.
Revitalisasi dilakukan sebagai tindak lanjut kerusakan pascabanjir akhir tahun lalu. Bantuan mencakup rehabilitasi ruang kelas, ruang administrasi, perpustakaan, dan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
"Alhamdulillah, bantuan revitalisasi ini sangat membantu. Semua ruang yang terdampak kini sudah diperbaiki dan bisa digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar," ujar Kepala SMPN 16 Medan.
Nilai revitalisasi untuk SMPN 16 Medan mencapai Rp2.901.752.000. Dengan adanya perbaikan tersebut, seluruh kegiatan pembelajaran di sekolah kini telah berjalan normal.
Menteri Abdul Mu'ti mengapresiasi percepatan perbaikan yang dilakukan. Ia berharap ke depan tidak ada lagi sekolah yang terdampak banjir sehingga anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman.
"Semoga ke depan sekolah-sekolah kita bebas banjir. Anak-anak bisa belajar lebih semangat lagi di lingkungan yang sehat," pungkas Menteri.





















