Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Usai Dijenguk Gibran, Korban Keracunan MBG Karo Dirujuk ke RSCM Jakarta

Kota Medan
Usai Dijenguk Gibran, Korban Keracunan MBG Karo Dirujuk ke RSCM Jakarta
FY salah satu korban keracunan MBG saat menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Adam Malik (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • FP (16), salah satu dari 391 siswa yang diduga keracunan MBG di Karo, dirujuk ke RSCM Jakarta setelah kondisi di Medan belum membaik signifikan.
  • FP mengalami kejang berulang dan gangguan ingatan setelah sempat dirawat di ICU; keluarga menyebut ia tidak mengenali orang terdekat, meski ingatannya mulai pulih sedikit.
  • Rujukan ke RSCM dilakukan atas arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dengan pemerintah menjamin perawatan; pemeriksaan EEG di RS Adam Malik sebelumnya menunjukkan hasil normal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN TimesNasib FP (16), siswi SMK Swasta Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, kini memasuki babak baru. Dari 391 siswa yang diduga keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo pada 13 Agustus 2026, FP adalah salah satu yang kondisinya paling memprihatinkan. Sebab, pihak keluarga menyebutkan bahwa anaknya telah hilang ingatan.

Kini, FP sudah berada di Jakarta. Pihak keluarga mengatakan FP akan menjalani perawatan di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) sesuai permintaan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat meninjau kondisinya di Karo beberapa waktu lalu.

  1. 1. Dari Karo ke Jakarta untuk penanganan lebih lanjut

    IMG_20260907_134655.jpg
    a Elvinus Lusiana Sitanggang sebagai ibu FP saat diwawancarai usai pemeriksaan kesehatan di RS Adam Malik (IDN Times/Indah Permata Sari)

    FP bersama pihak keluarga bertolak ke Jakarta pada Sabtu malam (12/9/2026). Kepindahan ini dilakukan setelah kondisinya di Medan belum menunjukkan perbaikan signifikan.

    Ayah FP, Icuk Purba, menyebut keputusan merujuk ke RSCM merupakan arahan langsung dari Wakil Presiden Gibran saat berkunjung ke Karo.

    “Iya, sesuai permintaan Bapak Wakil Presiden. Kami diminta membawa ke RSCM untuk penanganan lebih lanjut,” kata Icuk pada IDN Times.

    Di Jakarta, FP dijadwalkan menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan untuk mendalami keluhan kejang berulang dan gangguan ingatan yang dialaminya.

    Diketahui, FP merupakan salah satu siswa SMK Swasta Bersama yang terdampak keracunan MBG. Ia sempat dirawat di ICU RSU Haji Medan karena kejang-kejang.

    Setelah keluar dari ICU, keluarga menyebut Febiola mengalami gangguan ingatan. Ia bahkan tidak mengenali adik, kakak, guru, dan teman sekelasnya.

    “Kehilangan ingatan. Yang terdekat saja dulu, seperti adiknya, kakaknya, itu kan satu rumah, itu tidak diingatnya,” ujar Elvinus, Selasa (8/9/2026).

    Pada 8 September 2026, FP kembali kejang saat menjalani pemeriksaan di RSUP H. Adam Malik Medan. Saat ini ia masih berstatus rawat jalan.

    FP dikenal sebagai siswi berprestasi. Ia pernah menjabat Wakil Ketua OSIS di sekolahnya.

  2. 2. Hasil medis di RS Adam Malik normal

    IMG_20260907_204137.jpg
    Humas RSUP H. Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Tim medis RSUP H. Adam Malik telah melakukan pemeriksaan EEG. Hasilnya menunjukkan aktivitas listrik saraf otak FP masih dalam batas normal.

    Sementara itu, Manajer Hukum dan Humas RSUP H. Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, menyatakan kondisi pasien stabil.

  3. 3. Sebelum ke Jakarta FP sempat kejang dan dirawat ke RS Amanda

    IMG_20260907_134646.jpg
    a Elvinus Lusiana Sitanggang sebagai ibu FP saat diwawancarai usai pemeriksaan kesehatan di RS Adam Malik (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjenguk siswi SMK di Berastagi, berinisial FP, yang menjadi korban keracunan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Rumah Sakit Umum Amanda, Berastagi, Karo, Sumut pada Jumat (11/9/2026).

    Ayah FP, Icuk Sugiarto Purba, mengatakan Gibran datang bersama perwakilan Komnas HAM. Dalam pertemuan itu, pemerintah menjamin perawatan penuh terhadap anaknya hingga sembuh.

    “Tadi Bapak Wapres bilang, yang bersama mamanya Feby, dan saya juga ada di situ. Jadi Bapak itu bilang, pemerintah dan Bapak itu menjamin merawat anak saya dengan sebaik mungkin dan bertanggung jawab untuk merawatnya sampai sembuh,” kata Icuk kepada IDN Times.

    Gibran juga menawarkan agar FP dirujuk ke Jakarta untuk mendapat perawatan, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dengan alasan fasilitas dokter dan alat yang lebih lengkap.

    "Bapak itu memberikan kami tawaran untuk anak kami dirawat di Jakarta dengan alasan dokter yang baik dan alat yang lebih baik,” ujarnya.

    Keluarga menyetujui rencana tersebut. Icuk menyebut pihaknya telah lelah karena sejak 13 Agustus 2026 hingga saat ini, anaknya bolak-balik masuk rumah sakit.

    “Kami sudah lelah, selama sebulan. Mulai dari tanggal 13 sampai hari ini kami bolak-balik masuk rumah sakit. Terus saya mohon kepada pak Wapres tadi untuk memberikan pengobatan yang terbaik dan penanganan khusus kepada anak saya ini,” katanya.

    Icuk menjelaskan, malam ini, Jumat (11/9/2026), keluarga akan berangkat dari Berastagi ke RS Haji Medan. Direncanakan FP akan dirawat satu malam di sana.

    “Besok pagi berangkat dari RS Haji ke Jakarta. Antara jam 8 sampai jam 9, sesuai jadwal keberangkatan pesawat,” jelasnya.

    Saat ini, FP masih menjalani perawatan di RSU Amanda. Sebelumnya ia sempat dirawat di RS Adam Malik. Setelah dari RS Haji Medan, FP dijadwalkan diterbangkan ke Jakarta pada Sabtu (12/9/2026) pagi.

    Icuk mengatakan, sejak pulang dari RS Adam Malik, FP masih mengalami kejang hingga dua kali. Kejang pertama terjadi Kamis (10/9/2026) pukul 09.00 WIB dan kedua pada pukul 23.00 WIB.

    "Untuk kondisinya, semenjak pulang dari RS Adam Malik itu masih ada kejang-kejang sampai dua kali. Semalam jam 9 pagi masih kejang. Yang kedua malam jam 11 malam,” katanya.

    Ia juga menyebut ingatan anaknya mulai pulih sedikit demi sedikit. Namun FP masih sering mengeluh pusing, mual, dan muntah.

    “Saya masih pusing Bapak, masih sering sakit, masih sering muntah. Itu saya susah mengingat,” ujar Icuk menirukan ucapan anaknya kepada Wapres.

    FP merupakan anak keempat dari enam bersaudara. Ia menjadi salah satu korban keracunan MBG di Kabupaten Karo dari 391 korban lainnya pada tanggal 13 Agustus 2026 di dua sekolah: SMA Negeri 1 Berastagi dan SMK Bersama Berastagi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More