Stasiun Lidah Tanah 1902 Kembali Aktif Buka Akses Mobilitas Perbaungan

- Stasiun Lidah Tanah di Perbaungan, yang berdiri sejak 1902, kini kembali berfungsi sebagai simpul mobilitas warga dan penggerak ekonomi lokal.
- Januari–Agustus 2026, stasiun melayani 6.047 pelanggan atau rata-rata 756 penumpang per bulan, naik 20 persen dibandingkan rata-rata 2025.
- Layanan penumpang aktif sejak Februari 2025 untuk KA Putri Deli dan Siantar Ekspres, setelah revitalisasi yang tetap mempertahankan nilai sejarah bangunan.
Medan, IDN Times – Stasiun Lidah Tanah di Desa Deli Muda Hilir, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, terus memperkuat perannya sebagai simpul mobilitas warga sekaligus penggerak ekonomi lokal. Infrastruktur perkeretaapian yang berdiri sejak 1902 itu membuktikan bangunan bersejarah dapat beradaptasi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat modern.
Manager Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyebut Stasiun Lidah Tanah menjadi contoh infrastruktur berusia lebih dari satu abad yang tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi kembali menjalankan fungsi sosialnya sebagai penghubung masyarakat dan penggerak ekonomi.
"Aksesibilitas yang semakin mudah mendorong mobilitas warga Perbaungan dan sekitarnya, baik untuk keperluan bekerja, berdagang, maupun pendidikan. KAI Divre I Sumatra Utara terus berupaya menjaga keandalan pelayanan agar masyarakat dapat bertransportasi dengan aman, nyaman, dan tepat waktu," ujar Anwar, Minggu (14/9/2026).
1. Volume penumpang naik 20 Persen

Stasiun Lidah Tanah di Desa Deli Muda Hilir, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut (Dok. KAI Divre I Sumut) Peningkatan peran ekonomi dan sosial stasiun tercermin dari pertumbuhan volume penumpang. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Stasiun Lidah Tanah melayani 6.047 pelanggan, atau rata-rata 756 penumpang per bulan.
Angka tersebut naik 20 persen dibandingkan rata-rata bulanan pada 2025 yang tercatat 630 penumpang per bulan, dengan total penumpang yang dilayani mencapai 6.924 pelanggan.
Kenaikan volume penumpang didorong oleh kembali beroperasinya layanan naik-turun penumpang sejak 1 Februari 2025 seiring berlakunya Grafik Perjalanan Kereta Api atau Gapeka 2025. Saat ini stasiun melayani operasional Kereta Api Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai pulang-pergi dan KA Siantar Ekspres relasi Medan–Siantar pulang-pergi.
2. Dari stasiun persilangan jadi stasiun layanan

Stasiun Lidah Tanah di Desa Deli Muda Hilir, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut (Dok. KAI Divre I Sumut) Secara historis, Stasiun Lidah Tanah dibangun pada masa kolonial sebagai stasiun yang melayani persilangan dan bukan untuk naik-turun pelanggan.
Dalam beberapa tahun terakhir, KAI Divre I Sumatra Utara terus merevitalisasi stasiun untuk mempersiapkan pelayanan pelanggan. Meski demikian, karakter asli dan nilai sejarah bangunan stasiun tetap dipertahankan.
3. Reaktivasi dan konektivitas yang terjaga di Stasiun Lidah Tanah

Stasiun Lidah Tanah di Desa Deli Muda Hilir, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut (Dok. KAI Divre I Sumut) Anwar menegaskan optimisme KAI Divre I Sumatra Utara dalam mendukung pertumbuhan wilayah Serdang Bedagai melalui moda transportasi rel, khususnya di Desa Lidah Tanah.
"Reaktivasi dan konektivitas yang terjaga di Stasiun Lidah Tanah merupakan bentuk komitmen KAI untuk menghadirkan transportasi publik yang inklusif. Kami berharap layanan kereta api ini dapat terus membuka aksesibilitas wilayah, menggeliatkan perekonomian desa, serta mempermudah mobilitas masyarakat Perbaungan dan sekitarnya," tutur Anwar.


















