Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Belajar Ekonomi Kreatif ke Denpasar, PKN Medan Lahirkan 8 Rekomendasi

Kota Medan
Belajar Ekonomi Kreatif ke Denpasar, PKN Medan Lahirkan 8 Rekomendasi
Dikky Anugerah Panjaitan (dok.istimewa)
  • Peserta PKN Tingkat II Angkatan 26 mempelajari ekosistem ekonomi kreatif Denpasar, termasuk kolaborasi lintas sektor, kurasi produk lokal, legalitas, kualitas, dan perluasan akses pasar.
  • Tim VKN menyusun delapan rekomendasi, termasuk Festival to Market agar promosi berlanjut menjadi pesanan berulang dan kontrak bisnis jangka panjang bagi produk kreatif.
  • Usulan lain mencakup katalog suvenir terstandar, Klinik UMKM, Satu Data Produk Kreatif, sistem tangguh krisis, inovasi inklusif, dan koordinasi lintas OPD untuk memperkuat daya saing produk daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times- Penguatan akses pasar dan perlindungan terhadap pelaku usaha lokal menjadi salah satu perhatian peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 26 Tahun 2026 saat melakukan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di Pemerintah Kota Denpasar, Bali, Rabu (9/9/2026).

Denpasar dipilih sebagai salah satu lokasi pembelajaran karena memiliki ekosistem ekonomi kreatif yang dinilai berkembang melalui kolaborasi lintas sektor. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Denpasar tercatat 6,11 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 85,63, tertinggi di Bali. Peserta menggali bagaimana pemerintah daerah membangun ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha lokal tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memiliki akses terhadap pasar yang lebih luas.

  1. 1. Rekomendasi Festival to Market

    ilustrasi UMKM elektronik
    ilustrasi UMKM elektronik (pexels.com/Thành Đỗ)

    Salah satu pembelajaran diperoleh melalui kunjungan ke Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), yang menjadi salah satu ruang pengembangan ekonomi kreatif di Denpasar. Di tempat tersebut, peserta melihat bagaimana pemerintah mengorkestrasi jejaring pelaku ekonomi kreatif dan komunitas.

    Dalam dialog bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Pariwisata Kota Denpasar, pembahasan diarahkan pada persoalan yang lebih praktis, mulai dari produksi, standar kualitas, legalitas, hak kekayaan intelektual (HKI), hingga strategi memperluas pasar produk industri kecil dan menengah (IKM).

    Peserta juga melihat aktivitas di Rumah Belanja DNA, termasuk bagaimana produk lokal dikurasi dan ditampilkan. Aspek seperti standar kemasan, kualitas produk, hingga kesiapan komersialisasi menjadi bagian yang dipelajari.

    Dari proses tersebut, tim VKN menyusun delapan rekomendasi yang dituangkan dalam dokumen kebijakan bertajuk “Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Ekonomi Kreatif untuk Memperkuat Ketahanan Nasional”, dengan subtema “Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pemasaran dan Komersialisasi Produk Kreatif.”Ada

    Salah satu rekomendasi yang dianggap penting adalah konsep “Festival to Market”. Gagasan ini mendorong agar kegiatan festival dan promosi produk kreatif tidak berhenti pada peningkatan eksposur, tetapi dilanjutkan dengan penciptaan pesanan berulang hingga kontrak bisnis jangka panjang.

  2. 2. Rekomendasi Katalog Suvenir Resmi hingga Sistem UMKM Tangguh Krisis

    WhatsApp Image 2026-07-01 at 16.27.59.jpeg
    ilustrasi UMKM (dok. Bank Mandiri)

    Rekomendasi lainnya meliputi Katalog Suvenir Resmi Terstandar, penguatan jaminan mutu Rumah Belanja DNA melalui metode FEFO dan Supplier Scorecard, serta Klinik UMKM Tiga Tingkat yang mendampingi pelaku usaha mulai dari pengurusan NIB dan PIRT hingga kesiapan masuk ritel modern, memperoleh SNI, dan menembus pasar ekspor.

    Tim juga mengusulkan Satu Data Produk Kreatif untuk mengintegrasikan basis data UMKM lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Dengan data yang terintegrasi, pemerintah diharapkan lebih mudah memetakan potensi pelaku usaha sekaligus menentukan bentuk intervensi yang sesuai.

    Ada pula rekomendasi mengenai Sistem UMKM Tangguh Krisis, perluasan inovasi inklusif RADITYA untuk melibatkan penyandang disabilitas dalam produksi konten digital, serta pembentukan tim koordinasi lintas OPD dengan indikator kinerja bersama.

  3. 3. Mendorong produk kreatif daerah berdaya saing di kancah global

    IMG_6695.jpeg
    Kondisi Jalan Gunung Kawi di Denpasar menjadi satu sentra pedagang sesajen di pusat kota Bali. Pembeli banyak yang bertransaksi tanpa turun dari sepeda motor. (IDN Times/Yuko Utami)

    Ketua Tim VKN Denpasar Dikky Anugerah, mengatakan dokumen tersebut disampaikan kepada Pemerintah Kota Denpasar sebagai kontribusi pemikiran dari proses pembelajaran yang dilakukan selama visitasi.

    Melalui VKN tersebut, peserta tidak hanya melihat capaian pembangunan Denpasar, tetapi juga mempelajari mekanisme di balik pengembangan ekonomi kreatif, khususnya bagaimana promosi, kualitas produk, legalitas, data, dan akses pasar dapat disatukan dalam satu ekosistem.

    “Dokumen ini merupakan sumbangsih pemikiran strategis agar praktik baik kepemimpinan adaptif dapat terus melembaga, melindungi pelaku usaha lokal, serta mendorong produk kreatif daerah berdaya saing di kancah global,” kata Dikky yang menjabat Kepala Bapperida Sumut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More