Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fase Pemulihan Bencana, Dompet Dhuafa Aktifkan 2 Posyandu di Tapteng

Kota Medan
Fase Pemulihan Bencana, Dompet Dhuafa Aktifkan 2 Posyandu di Tapteng
Peresmian Posyandu Dompet Dhuafa di Tapanuli Tengah (dok.Dompet Dhuafa)
  • Dompet Dhuafa meresmikan Posyandu Seiya Sekata dan Setia Kawan di Tapanuli Tengah sebagai bagian pemulihan kesehatan pascabencana sejak September 2026.
  • Pendampingan Februari–Agustus 2026 menjangkau 243 balita dan 28 ibu hamil, mencakup pelatihan kader, pemantauan kesehatan, dukungan gizi, serta penyaluran 1.554 porsi PMBA.
  • Sejak bencana November 2025, layanan kesehatan Dompet Dhuafa telah menjangkau 4.542 penerima manfaat; pemerintah dan desa berkomitmen menjaga keberlanjutan Posyandu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tapanuli Tengah, IDN Times – Setelah berbulan-bulan berada dalam fase tanggap darurat bencana, masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mulai memasuki tahap pemulihan. Dompet Dhuafa memperkuat layanan kesehatan dasar dengan meresmikan dua Posyandu yang berada di wilayah terdampak bencana.

Dua Posyandu tersebut yakni Posyandu Seiya Sekata dan Posyandu Setia Kawan. Peresmian dilakukan dalam kegiatan Diseminasi Program, Peresmian Posyandu, dan Penguatan Keberlanjutan Pemulihan Kesehatan Pascabencana di Kantor Desa Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, Kamis (10/9/2026).

  1. 1. Sebanyak 243 balita dan 28 ibu hamil mendapatkan pendampingan.

    Ilustrasi ibu hamil berusia 40 tahun ke atas sebagai gambaran kehamilan pada usia matang dan perhatian terhadap kesehatan.
    ilustrasi ibu hamil usia 40+ (IDN Times/NRF)

    General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa, dr. Yeni Purnamasari, MKM, mengatakan pemulihan pascabencana tidak hanya dilakukan dengan membangun kembali fasilitas yang rusak. Menurutnya, masyarakat juga perlu dibekali kemampuan agar layanan kesehatan dapat terus berjalan secara mandiri.

    “Pendampingan recovery selama tujuh bulan tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu melanjutkan layanan kesehatan secara mandiri,” ujar Yeni.

    Pendampingan dilakukan LKC Dompet Dhuafa sejak Februari hingga Agustus 2026. Program tersebut meliputi pelatihan dan pendampingan kader, layanan Posyandu, pemantauan kesehatan ibu dan anak, dukungan gizi, hingga penguatan sarana dan prasarana.

    Selama masa pemulihan, sebanyak 243 balita dan 28 ibu hamil mendapatkan pendampingan. Dari jumlah tersebut, 16 ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) atau anemia. Dompet Dhuafa juga menyalurkan 1.554 porsi makanan atau Pemberian Makanan Pendamping ASI (PMBA) bagi masyarakat terdampak.

    Penguatan layanan Posyandu dilakukan melalui bantuan 30 antropometri kit, 30 tensimeter, dua doppler, satu partus set, 310 kelambu, tiga alat fogging, serta berbagai sarana pendukung lainnya.

  2. 2. Dari tanggap darurat ke fase pemulihan

    -
    Anak-anak SD di Kecamatan Tukka, Tapteng, mulai belajar di sekolah lagi (dok.Pendam I/BB)

    Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sulaiman, mengatakan pihaknya telah terlibat dalam penanganan bencana Tapanuli Tengah sejak bencana terjadi pada November 2025.

    Pada fase tanggap darurat hingga Februari 2026, LKC Dompet Dhuafa mencatat sebanyak 4.542 penerima manfaat mendapatkan dukungan layanan kesehatan. Respons tersebut melibatkan empat relawan tenaga kesehatan.

    Layanan yang diberikan meliputi pos medis kepada 1.545 penerima manfaat di 26 titik, layanan gizi kepada 1.276 penerima manfaat di delapan titik, layanan kesehatan reproduksi kepada 1.056 penerima manfaat di delapan titik, layanan kesehatan jiwa kepada 152 penerima manfaat, serta distribusi individual kit kepada 513 penerima manfaat.

    Memasuki fase recovery, intervensi kemudian diarahkan pada penguatan layanan kesehatan masyarakat di Desa Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, dan Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan seluruh pihak sehingga keseluruhan program bisa berjalan dengan baik. Saat ini pada program peresmian Posyandu, kami menitipkan amanah ini kepada bapak ibu sekalian sehingga dapat digunakan dengan baik dan dirasakan manfaat kehadirannya oleh masyarakat,” ujar Sulaiman.

  3. 3. Posyandu jadi penopang pemulihan

    Berbagai bantuan Tim Dompet Dhuafa untuk bencana Sumatra (IDN Times/Doni Hermawan)
    Berbagai bantuan Tim Dompet Dhuafa untuk bencana Sumatra (IDN Times/Doni Hermawan)

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, mengapresiasi kontribusi Dompet Dhuafa sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan.

    “Kami semangat untuk pulih. Kami mewakili Pemerintah Tapteng mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang sudah berkontribusi aktif sejak awal terjadi bencana,” katanya.

    Sementara itu, Plt. Kepala Desa Kebun Pisang Rismon Alexandro Sianipar mengatakan kehadiran program tersebut memberikan dorongan bagi masyarakat untuk bangkit setelah bencana.

    “Kehadiran bapak/ibu dari Dompet Dhuafa menjadi suntikan semangat bagi kami di tingkat desa untuk terus meningkatkan pelayanan, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu dan mencegah stunting. Semoga dengan adanya Posyandu ini dapat menurunkan angka stunting di desa kita,” ujarnya.

    Dalam peresmian tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan layanan kesehatan dasar, memperkuat peran kader Posyandu, serta memastikan sarana dan alat kesehatan yang diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More