Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG Prediksi Cuaca Panas Siang dan Hujan Lebat Sore Selama 3 Hari

Kota Medan
BMKG Prediksi Cuaca Panas Siang dan Hujan Lebat Sore Selama 3 Hari
ilustrasi hujan asam (pexels.com/Chris F)
  • BMKG Wilayah I memprakirakan Medan dan sekitarnya mengalami panas terik pada siang hari, lalu hujan sedang hingga lebat pada sore hingga malam selama 2–3 hari ke depan.
  • Langit cerah dan minim awan membuat radiasi matahari memanaskan permukaan cepat; penguapan serta konveksi kemudian membentuk awan Cumulonimbus penyebab hujan sore.
  • Warga diimbau mewaspadai perubahan cuaca mendadak, termasuk potensi kilat, petir, dan angin kencang, menjaga kesehatan dengan cukup minum, serta memantau informasi resmi BMKG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Wilayah I memprakirakan pola cuaca panas terik di siang hari yang kemudian berubah menjadi hujan deras pada sore hingga malam hari masih akan terjadi di wilayah Medan dan sekitarnya dalam 2-3 hari ke depan.

Hal ini dikatakan oleh Prakirawan BMKG Wilayah I, Budi Prasetyo.

"Pada pagi hingga siang hari, radiasi matahari diterima secara maksimal oleh permukaan bumi karena tutupan awan yang minim atau langit cerah," katanya pada IDN Times, Kamis (10/9/2026).

  1. 1. Pola cuaca yang khas di wilayah tropis

    ilustrasi hujan asam (pexels.com/Vlad Chețan)
    ilustrasi hujan asam (pexels.com/Vlad Chețan)

    Dia juga menjelaskan fenomena tersebut merupakan pola cuaca yang khas di wilayah tropis, terutama saat masa peralihan musim atau pancaroba dan selama musim hujan.

    “Proses pemanasan ini menyebabkan suhu udara di permukaan tanah meningkat dengan cepat, membuat udara terasa sangat panas dan gerah,” ujar Budi.

  2. 2. Penyebab hujan konvektif sore hari

    ilustrasi hujan asam (pexels.com/Genaro Servín)
    ilustrasi hujan asam (pexels.com/Genaro Servín)

    Menurut Budi, suhu siang yang sangat panas mempercepat proses penguapan air dari berbagai sumber. Uap air dalam jumlah besar kemudian terangkat ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi melalui proses konveksi.

    Uap air yang naik ke atas mengalami pendinginan dan mengembun membentuk awan hujan vertikal yang besar, atau awan Cumulonimbus.

    “Proses pembentukan awan ini biasanya mencapai puncaknya pada sore menjelang malam hari. Itulah sebabnya sering terlihat awan gelap tebal di langit Medan pada sore hingga malam hari. Awan-awan inilah yang menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” jelasnya.

  3. 3. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai perubahan kondisi cuaca mendadak

    ilustrasi hujan asam (pexels.com/Pixabay)
    ilustrasi hujan asam (pexels.com/Pixabay)

    BMKG Wilayah I mengimbau masyarakat untuk mewaspadai perubahan kondisi cuaca yang terjadi secara mendadak.

    “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap perubahan kondisi cuaca mendadak dan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang,” kata Budi.

    Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dengan memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi vitamin agar terhindar dari penyakit.

    “Selalu pantau informasi resmi dari BMKG,” imbaunya.

    BMKG memprakirakan kondisi cuaca seperti ini masih akan berlangsung selama 2-3 hari ke depan di wilayah Medan dan sekitarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More