Berikut Prakiraan Cuaca Medan Beberapa Hari ke Depan

- BMKG memprakirakan Medan dan sekitarnya didominasi cuaca berawan, dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga malam, disertai kilat, petir, dan angin kencang.
- Gelombang Rossby, belokan angin, konvergensi, suhu muka laut yang hangat, serta kelembapan tinggi mendukung pertumbuhan awan konvektif dan hujan di Sumatera Utara.
- Masyarakat dan pengendara diminta memantau informasi resmi BMKG, menyiapkan perlengkapan hujan, serta menghindari pohon besar, papan reklame, dan bangunan rawan roboh saat cuaca ekstrem.
Medan, IDN Times – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Kota Medan dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan masih akan didominasi oleh cuaca berawan.
Selain itu, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga masih cukup tinggi dan tidak menutup kemungkinan dapat disertai dengan kilat, petir, serta angin kencang yang dapat membahayakan aktivitas masyarakat.
Berdasarkan data prakiraan, hujan dengan intensitas bervariasi tersebut umumnya akan terjadi pada rentang waktu sore hingga malam hari. Kondisi ini tidak terlepas dari pengaruh sejumlah faktor dinamika atmosfer yang saat ini terpantau aktif di wilayah Sumatera Utara.
“Hal ini disebabkan oleh aktifnya gelombang atmosfer Rossby yang bergerak di wilayah ekuator, ditambah dengan adanya dinamika atmosfer lain seperti belokan angin dan konvergensi yang terjadi di wilayah Sumatera Utara. Gabungan dari faktor-faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang menjadi pemicu utama terjadinya hujan di daerah ini,” kata Forecaster on Duty BMKG Stasiun Klimatologi Sumut, Ilham Haris pada IDN Times, Minggu (13/9/2026).
1. Kondisi suhu muka laut di perairan sekitar Sumatra Utara saat ini terpantau cukup hangat

ilustrasi hujan asam (pexels.com/Aleksandar Pasaric) Lebih lanjut, Ilham menjelaskan bahwa kondisi suhu muka laut di perairan sekitar Sumatra Utara saat ini terpantau cukup hangat.
Kondisi tersebut ditambah dengan tingkat kelembapan udara yang relatif tinggi pada lapisan atmosfer bawah hingga menengah, sehingga menambah jumlah suplai uap air yang sangat dibutuhkan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan awan-awan hujan di wilayah Kota Medan dan sekitarnya.
2. Masyarakat diimbau waspada dan pantau informasi resmi

ilustrasi hujan asam (pexels.com/Pixabay) Dengan masih tingginya potensi pertumbuhan awan hujan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga terhadap kemungkinan terjadinya perubahan cuaca secara cepat dan signifikan. Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama pada siang hingga sore hari, karena pada periode tersebut potensi pembentukan awan konvektif penghasil hujan mencapai puncaknya.
“Bagi masyarakat yang akan melakukan aktivitas di luar ruangan, kami sangat menyarankan untuk selalu memantau perkembangan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG melalui kanal resmi kami di @infobmkgsumut. Selain itu, agar mempersiapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan untuk mengantisipasi hujan yang turun secara tiba-tiba,” ujar Ilham.
3. Diimbau pengendara agar lebih berhati-hati saat berkendara

ilustrasi hujan asam (pexels.com/Genaro Servín) Dia juga mengingatkan para pengendara agar lebih berhati-hati saat berkendara, khususnya ketika terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir. Hindari berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, atau bangunan yang rawan roboh.
BMKG Stasiun Klimatologi Sumatera Utara akan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan kondisi atmosfer dan akan segera memberikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan signifikan pada pola cuaca dalam beberapa hari ke depan.






![[BREAKING] Tapteng Diterjang Banjir, Ketinggian Air hingga Setengah Meter](https://image.idntimes.com/post/20260913/whatsapp-image-2026-09-13-at-17_ba36ae2b-9976-484c-9c79-1fb7247d3cb0.jpeg)










