Absen Peresmian Koperasi Merah Putih, Ini Alasan Rico Waas

- Wali Kota Medan Rico Waas absen di peresmian Koperasi Merah Putih karena sedang berobat ke luar negeri dan telah melaporkan keberangkatannya kepada Kementerian Dalam Negeri.
- Rico menegaskan seluruh biaya perjalanan dan pengobatan ditanggung pribadi tanpa menggunakan dana APBD, serta meminta maaf atas ketidakhadirannya dalam acara nasional tersebut.
- Meskipun berada di luar negeri, Rico tetap memantau jalannya pemerintahan Kota Medan dan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat demi kesejahteraan masyarakat.
Medan, IDN Times - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memastikan keberangkatannya ke luar negeri untuk berobat telah dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri. Ia menyebut langkah itu diambil karena komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum berjalan optimal.
Ketidakhadiran Rico dalam acara peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih disinggung Presiden Prabowo Subianto. Acara simbolis itu digelar di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu 16/5/2026.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pentingnya kehadiran kepala daerah pada program strategis nasional yang menyentuh langsung masyarakat.
“Program ini untuk rakyat. Kalau kepala daerahnya tidak hadir, bagaimana rakyat merasa diperhatikan?” ujar Prabowo di hadapan peserta acara.
Ketidakhadiran Rico diwakili oleh Wakil Wali Kota Medan dan sejumlah pimpinan OPD. Pihak Pemkot Medan menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan komitmen mendukung program Koperasi Merah Putih.
1. Perjalanan sudah dilaporkan ke Mendagri

Rico membenarkan saat ini dirinya berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan. Rencana berobat sudah disusun jauh-jauh hari, namun baru dapat dilaksanakan ketika ada waktu libur.
“Benar bahwa saya sedang berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan. Jauh-jauh hari saya sudah merencanakan berobat, tapi waktunya tidak dapat. Kebetulan ini ada waktu libur, makanya saya berangkat dan sudah lapor kepada Mendagri untuk agenda tersebut,” ujar Rico melalui sambungan telepon, pada Minggu (17/5/2026).
2. Tidak menggunakan dana APBD

Wali Kota Medan menegaskan seluruh biaya perjalanan dan pengobatan ditanggung secara pribadi. Tidak ada dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang digunakan.
“Ya, saya tidak menggunakan APBD dalam perjalanan ini, dan murni menggunakan dana pribadi,” tegasnya.
Rico menjelaskan keberangkatannya juga bertujuan mengambil obat yang sudah habis dikonsumsi. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya sementara di Medan.
3. Tetap pantau pemerintahan Kota Medan

Meski berada di luar negeri, Rico memastikan tetap memantau kondisi Kota Medan. Ia meminta pimpinan OPD, camat, lurah, dan kepala lingkungan untuk terus mengawasi wilayah masing-masing agar tidak terjadi gangguan.
“Selama berobat setiap waktu saya juga memonitor Kota Medan, dan meminta kepada para pimpinan OPD terus berkomunikasi dan berkoordinasi terkait perkembangan Kota Medan yang kita cintai bersama,” katanya.
Politisi NasDem ini menambahkan Pemkot Medan mendukung penuh program strategis nasional yang berjalan di Kota Medan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kami menyadari bahwa dibutuhkan sinergitas dan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, untuk menyejahterakan masyarakat kita,” pungkasnya.
Program Koperasi Merah Putih merupakan inisiatif nasional untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi di tingkat kelurahan dan desa. Medan menjadi salah satu daerah prioritas peluncuran program tersebut.



![[QUIZ] Coba Tebak, Mana yang Lebih Luas?](https://image.idntimes.com/post/20240822/pexels-timrael-2474690-9f1794023988492a0130f746e0cab37f.jpg)














