Tuntutan Gaya Hidup, Mahasiswi Asal Aceh Nekat ‘Ngurir’ 5 Kg Sabu

- Mahasiswi asal Aceh berinisial RK ditangkap di Medan saat membawa 5 kg sabu yang akan dikirim ke Jakarta melalui jalur udara.
- Polisi mengungkap RK sudah dua kali menjadi kurir narkoba, sebelumnya berhasil mengirim sabu ke Makassar lewat penerbangan domestik.
- Motif utama RK adalah uang dan gaya hidup, sementara polisi masih memburu pemasok besar dalam jaringan narkoba lintas provinsi ini.
Medan, IDN Times - Seorang mahasiswi berinisial RK (18) asal Aceh ditangkap aparat Polda Sumatera Utara saat membawa narkotika jenis sabu seberat 5 kilogram. Dia ditangkap di sebuah hotel di Kota Medan pada Minggu (14/2/2026). Barang haram tersebut rencananya akan dikirim ke Jakarta melalui jalur udara.
Penangkapan ini mengungkap praktik jaringan narkoba antarprovinsi yang diduga memanfaatkan anak muda sebagai kurir. Selain itu, kasus ini juga menyoroti faktor ekonomi dan gaya hidup sebagai pemicu keterlibatan pelaku.
1. Sabu – sabu rencananya diduga akan dibawa ke Jakarta

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa sabu tersebut tidak berasal dari Aceh. Tersangka lebih dulu datang ke Medan dan menginap selama empat hari sebelum menerima barang untuk kemudian dibawa menggunakan pesawat.
“Yang bersangkutan kami tangkap di depan lobi hotel, salah satu hotel di wilayah Medan, berikut barang buktinya. Yang bersangkutan diperintahkan untuk membawa barang, narkotika jenis sabu ini menuju ke Jakarta,” ujar Andy di Medan, Rabu (18/3/2026).
2. Sudah dua kali jadi kurir, sempat lolos kirim ke Makassar

Polisi mengungkap bahwa ini bukan kali pertama RK menjadi kurir narkoba. Pada aksi sebelumnya, ia berhasil mengirim sabu ke Makassar melalui jalur udara.
Rute yang digunakan saat itu adalah Medan menuju Bandara Silangit, yang menunjukkan adanya pola distribusi narkoba yang memanfaatkan penerbangan domestik sebagai jalur pengiriman.
3. Motif uang dan gaya hidup, polisi buru pemasok besar

RK mengaku nekat menjalankan aksinya karena dijanjikan upah yang lumayan. Uang tersebut rencananya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus gaya hidup.
“Yang bersangkutan diiming-imingi berupa uang, dan uangnya bagi yang bersangkutan, ya, jumlahnya kan besar. Kan, untuk kebutuhan yang bersangkutan lah uang itu digunakan,” kata Andy.
Saat ini, polisi masih mengembangkan kasus untuk memburu pemasok utama dalam jaringan tersebut. Polda Sumut menegaskan bahwa penangkapan ini hanyalah bagian dari upaya lebih besar dalam memutus rantai peredaran narkotika lintas wilayah, khususnya yang memanfaatkan jalur udara dan melibatkan generasi muda.


















