Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ralat Pernyataan, Polisi: Penabrak Pedagang Pasar Kaget Negatif Narkoba

Ralat Pernyataan, Polisi: Penabrak Pedagang Pasar Kaget Negatif Narkoba
Sopir yang tabrak pedagang pasar kaget lakukan tes urine (IDN Times/ Bambang suhandoko)
Intinya Sih
  • Polres Binjai awalnya menyebut WS positif amfetamin, namun kemudian mengklarifikasi hasil tes urine terbaru menunjukkan negatif dan dilakukan ulang di hadapan media.
  • Kecelakaan tunggal yang melibatkan WS tanpa SIM menabrak empat kios di Pasar Kaget Binjai menyebabkan lima orang luka-luka dan sempat viral di media sosial.
  • Satlantas Polres Binjai berupaya melakukan mediasi antara WS dan para korban agar kasus kecelakaan diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalur restorative justice.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Binjai, IDN Times - Polres Binjai mengeluarkan pernyataan kontroversial. Melalui juru bicara (humas) sempat menyatakan jika WS(25) selaku penabrak pedagang pasar kaget terindikasi positif narkoba (amfetamin) pada Senin 16 Maret 2026 siang.

Namun di sore harinya, polisi kembali memberi klarifikasi yang dibalut dengan pamerkan pemeriksaan urin sopir sexy dengan hasil negatif.

"Satnarkoba menjawab dari peristiwa kejadian viral yang mana Wike sudah kita lakukan tes urin, hasilnya negatif. Namun, untuk perkembangan lanjutnya silahkan nanti ke Satlantas," kata Kasatres Narkoba Polres Binjai, AKP Ismail Pane.

1. Publik curiga atas urine perempuan yang tabrak lapak pedagang

ilustrasi viral (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi viral (IDN Times/Aditya Pratama)

Menariknya, warna urine WS yang ditunjukkan kepada insan pers warnanya puh bening. Urine itu dikemas dalam kemasan plastik berbentuk gelas yang tidak terlihat ada buih pada air. Disinggung indikasi awal peryataan urine yang awalnya positif, ia tidak memberi jawaban secara jelas.

"Saya belum bisa menjawab adanya awal indikasi positif, karena kita yang berfaktakan hasil dari pemeriksaan yang sekarang ini. Dari acuan-acuan yang peristiwa orang itukan, yang bisa menyatakan positif-negatif itu ahli yang namanya Dokkes," papar mantan Kasatres Narkoba Polres Pelabuhan Belawan.

Di sisi lain, Kasat Lantas Polres Binjai, AKP Indra Jansen Girsang menyebut bahwa hasil pemeriksaan awal itu tidak jelas atau samar-samar. "Tadi malam telah dilakukan (pemeriksaan awal) pada pukul 03.15 WIB, dapat kami jelaskan hasil pemeriksaan tadi malam itu masih samar-samar," kata Kasat Lantas.

"Jadi karena samar-samar, hari ini pada pukul 17.30 WIB, kembali dilakukan secara langsung yang disaksikan beberapa media, dari Dokkes, dari Narkoba Polres Binjai, Satlantas juga dan hasil pemeriksaannya tadi adalah negatif," timpal Indra.

2. Peristiwa sempat viral, diduga sopir mabuk dan tidak memiliki SIM

Screenshot_20260316_165402_WhatsApp.jpg
Warga dan pedagang terlihat riuh mengerumuni mobil yang seruduk lapak di pasar kaget binjai (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Pernyataan berbeda pada hari yang sama ini tentunya membingungkan pertanyaan dan kegaduhan ditengah-tengah masyarakat. Mengingat peristiwa kecelakaan ini viral lantaran WS berkendara tidak dilengkapi dengan surat izin mengemudi (SIM).

Indra menambahkan, kecelakaan yang dialami Wike dengan kondisi mobil ringsek bagian depan dan airbag pada pengemudi serta setir sudah keluar itu, kategori tunggal tidak terjadi secara zig-zag.

"Dapat kami jelaskan bahwa kejadian itu kecelakaan tunggal, namun melibatkan atau menabrak beberapa kios. Ada empat kios yang ditabrak secara beruntun dan mengakibatkan lima luka-luka dan sekarang kami larikan ke rumah sakit, ditangani Rumah Sakit Djoelham," jelas AKP Indra.

"Puji Tuhan, saat ini sudah kembali tiga (korban luka), dan tinggal dua lagi di Rumah Sakit Djoelham masih dalam penanganan medis," timpal dia.

Soal urine, Indra mengatakan, Satlantas Polres Binjai melalui Unit Penegakkan Hukum yang menangani sepenuhnya kasus tersebut. "Kasus narkobanya negatif, jadi sepenuhnya penanganan kasus ini diserahkan kepada Satlantas," katanya.

3. Polisi lakukan mediasi untuk jalan perdamaian

Screenshot_20260316_165407_WhatsApp.jpg
Warga dan pedagang terlihat riuh mengerumuni mobil yang seruduk lapak di pasar kaget binjai (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Disoal apakah sopir akan dilakukan penahanan karena berkendara yang mengakibatkan kecelakaan tunggal dan korban luka serta tanpa SIM, Indra tidak menjawab secara gamblang. "Untuk pengemudi, kita tangani sesuai prosedur hukum yang berlaku," ungkap Indra.

Meski ada dugaan lalai dalam berkendara, Satlantas Polres Binjai mengupayakan perdamaian antara sopir dengan korban. Namun hingga kemarin petang, keluarga dari WS disebut belum ada yang mendatanginya ke Polres Binjai.

"Kita upayakan bagaimana caranya supaya terjadi mediasi atau perdamaian antara kedua pihak, antara pengemudi dengan korban yang ditabrak, sehingga nanti terjadinya RJ. Kami dari Satlantas Polres Binjai mengupayakan bagaimana kasus ini ataupun kecelakaan ini diselesaikan secara kekeluargaan," tegas AKP Indra.

Dalam peristiwa lakalantas ini, mobil menabrak empat lapak jualan yang berada di Pasar Kaget Binjai, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pekanbinjai, Binjai Kota, Minggu tanggal 15 Maret 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Perhatian masyarakat langsung tertuju pada kecelakaan yang diduga sooir dalam keadaan mabuk. Lima orang mengalami luka dalam insiden ini yakni Wahyudi Syahputra (47), Astria Nina (30), Fitra Ramadhan (34), Mohammad Reza (28) dan Jhon Alfredo Sinurat (24).

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More