Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Bahaya Mencampur Pertalite dan Pertamax untuk Kendaraan
ilustrasi Motor Honda PCX160 (Dok. AHM)

Berkendara dengan motor bukan hanya dituntut untuk memiliki keahlian berkendara, namun pengendara juga sebaiknya memiliki pengetahuan terkait cara merawat kendaraan kesayangan dengan menghindari kebiasaan yang tidak baik. Seperti halnya sering mencampur Bahan Bakar Minyak (BBM) dikarenakan kondisi ataupun tujuan tertentu.

Erwin Chandra, Senior Technical Training PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah sumatera Utara mengungkapkan, banyak alasan mengapa orang bisa mencampur BBM pada motornya. Namun perlu diketahui bahwa ada berbagai akibat negatif yang mungkin muncul setelah aksi tersebut.

Menurut Erwin, memang terkadang pemilik kendaraan tanpa rencana mencampur kedua jenis BBM dalam mesin motornya. Misalnya saja kali ini menggunakan pertalite, namun pada lain waktu karena berbagai alasan mengisi BBM dengan pertamax ke tangki kendaraannya.

Padahal harusnya pengendara menyadari bahwa mencampur BBM merupakan praktik yang sama sekali tidak disarankan mengingat ada berbagai akibat negatif yang terjadi setelahnya.

1. Mesin sepeda motor menjadi knocling alias ngelitik

Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga Pertamax dan masih paling kompetitif untuk BBM RON 92 di Indonesia. Harga baru ini resmi berlaku di SPBU Pertamina pada Sabtu 10 Agustus 2024, pukul 00.00 waktu setempat. (Dok. Pertamina)

Pertama, bahaya ketika mencampur dua jenis BBM yakni mesin sepeda motor menjadi knocling alias ngelitik. Di mana hal tersebut disebabkan kinerja pembakaran menjadi tidak sempurna.

2. Akselerasi motor menjadi berat

Ilustrasi jenis BBM produk Pertamina. (Dok/Pertamina)

Kedua, mencampur dua jenis BBM juga dapat mengakibatkan akselerasi motor menjadi berat, karena senyawa kedua bahan bakar tidak bisa melebur dengan sempurna. Terjadinya perbedaan oktan menjadi sumber utama penyebab tarikan motor menjadi berat selama berjalannya waktu.

3. Sensor mendeteksi ada masalah pada mesin kendaraan

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. (dok. Pertamina)

Ketiga, bahaya paling menakutkan bagi pemilik kendaraan apabila sensor check engine menyala yang menandakan bahwa terdapat masalah pada mesin kendaraan. Sensor bahan bakar menyala karena mendeteksi secara otomatis bahwa terjadi pasokan bahan bakar yang bukan peruntukannya.

4. Performa kendaraan menurun

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU (Dok. Pertamina)

Keempat, kebiasaan buruk mencampur BBM pada motor dapat mengakibatkan menurunnya performa kendaraan. Hal ini dapat terjadi karena bahan bakar yang tidak melebur dengan baik akan meninggalkan residu yang dapat memunculkan kerak.

Erwin Chandra menambahkan, bahwa untuk mendapatkan pengelaman berkendara menyenangkan bersama motor kesayangan di jalan, maka tidak hanya menuntut keahlian berkendara.

Namun kebiasaan buruk saat menggunakan kendaraan kebanggaan juga harus segera ditinggalkan, salah satunya kebiasaan mencampur bahan bakar minyak, karena hal tersebut dapat menimbulkan efek negatif yang sangat merugikan.

Untuk memastikan motor selalu dalam kondisi prima, percayakan perawatan berkala ke bengkel resmi AHASS bersama ahlinya.

Editorial Team

Related Article