Kisruh Ganti Rugi Proyek Jalan Tol Binjai-Langsa, Ini Penjelasan HKI

Langkat, IDN Times - Pimpinan Proyek Jalan Tol Binjai-Langsa PT Hutama Karya (HK), Hestu Budi angkat bicara saat dikonfirmasi wartawan terkait kisruh ganti rugi pembebasan lahan pembangunan Jalan Tol Binjai-Langsa di Dusun III, Desa Bukit Mengkirai, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.
Diakui dia, jika ada permasalaham data admitrasi tanah. "Ada masalah data administrasi tanah untuk pembayaran. Sehingga BPN belum bisa keluarkan untuk pembayaran. Ini masalah administrasi pembayaran tanah. BPN memang harus ketat, karena jangan sampai salah bayar," kata Hestu, Kamis (10/10/2024).
1. Mega proyek jalan tol akibatkan lahan sawit warga terendam

Tak hanya soal ganti rugi lahan yang mengakibatkan hampir terjadi baku hantam di areal pembangunan jalan tol. Kemarahan dan kekisruhan juga dipicu karena warga yang memiliki kebun sawit disekitar proyek pembangunan Jalan Tol Binjai-Langsa merasa merugi.
Hal ini dikarenakan dengan kondisi drainase yang buruk akibat mega proyek ini dan membuat kebun sawit mereka kerap terendam air. "Drainase akan diperbaiki kontraktor," jelas Hestu, menyikapi kondisi dilapangan.
2. Ricuh ganti rugi lahan, warga mengamuk dan rusak pos istirahat

Di sisi lain, Humas PT HKI Jalan Tol Binjai-Langsa, Alvin Sinaga menyayangkan sikap dan tindakan masyarakat yang melakukan pengerusakan pos istirahat milik PT HKI. "Tindakan arogan ini tidak semestinya d lakukan. Karena masih bisa di bicarakan dengan secara musyawarah," kata Alvin.
Alvin menegaskan, jika bukan PT HKI lah yang menyerobot. PT HKI adalah kontraktor yang menerima perintah dari pemilik proyek untuk mengerjakan lahan.
"Dan informasi yang di dapat PT HKI lahan tersebut sudah dibebaskan melalui mekanisme konsinyasi. Dan sudah berkekuatan hukum tetap dari Pengadilan Negeri Stabat," jelas Alvin.
3. Ganti rugi lahan warga belum diterima, perkebunan sawit rusak terendam air

Konflik ganti rugi lahan pembangunan Jalan Tol Binjai-Langsa terjadi di Dusun III, Desa Bukit Mengkirai, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Warga sekitar yang lahannya terkena pembangunan ruas jalan tol mengaku belum menerima ganti rugi. Alhasil warga emosi dan terjadi kericuhan. Bahkan, nyaris terjadi baku hantam antara warga dan petugas PT HKI.
Tenda milik PT HKI yang terpasang di sekitar proyek tol dirusak dan nyaris roboh. Warga yang memonta keadilan sempat memblokade jalan akses pengerjaan jalan tol dengan bambu. Hal ini dilakukan warga karena proses ganti rugi lahan belum diselesaikan.
![[QUIZ] Coba Tebak, Mana yang Lebih Luas?](https://image.idntimes.com/post/20240822/pexels-timrael-2474690-9f1794023988492a0130f746e0cab37f.jpg)


















