Gubernur Sumut ke-14 Rudolf Pardede Meninggal, Ini Rekam Jejaknya

Medan, IDN Times- Kabar duka datang dari Sumatra Utara. Gubernur Sumatra Utara ke-14 Rudolf Mazuoka Pardede meninggal dunia, Selasa (27/6/2023) malam. Ia meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit Siloam Medan.
Rudolf meninggal pukul 21.15 WIB di Rumah Sakit Siloam Medan. Ia tutup usia 41 tahun.
Kabar duka itu dibenarkan Kepala Dinas Infokom Sumatra Utara Ilyas Sitorus. "Benar meninggal malam ini, besok Pak Gubernur (Edy Rahmayadi) akan melayat pagi," kata Ilyas.
Rudolf menjadi Gubernur Sumatra Utara menggantikan Tengku Rizal Nurdin yang meninggal karena kecelakaan pesawat Mandala pada 2005.
Berikut rekam jejak Rudolf Pardede.
1. Putra dari pengusaha tekstil dan mantan menteri TD Pardede

Rudolf lahir 4 April 1942. Ia adalah putra dari DR TD Pardede, seorang pengusaha tekstil besar Indonesia. Pendiri klub Galatama Pardedetex, yang juga pernah dipercaya Soekarno menjadi Menteri Berdikari di era pemerintahannya. Sementara Ibunya Hermina Tambunan.
2. Karier politik dimulai di PDI Perjuangan

Karier politik Rudolf dimulai di Partai Demokrasi Indonesia (PDI) tahun 1982. Kemudian dia dipercaya menjadi Ketua DPD PDIP selama dua periode tahun 2000-2010.
Namun dia kemudian pindah bendera ke Gerindra. Terakhir dia menjabat Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra.
3. Anggota DPR RI dan Anggota MPR utusan Sumut

Rudolf juga pernah menjadi anggota DPR RI periode 1982 sampai 1987. Kemudian dia menjadi anggota DPR RI tahun 1999 sampai 2004.
Dia kemudian menjadi Wakil Gubernur dari Tengku Rizal Nurdin pada 2003 sampai 2005.
4. Jadi Gubernur Sumut dari sipil pertama

Kecelakaan pesawat Mandala pada 2005 yang menewaskan Tengku Rizal Nurdin membuat posisinya menjadi pelaksana tugas Gubernur sejak 2005 sampai 2006.
Kemudian melalui Kepres no.27/2006 dia ditetapkan sebagai gubernur. Rudolf adalah gubernur pertama dari kalangan sipil sejak era orde baru. Dia menjabat hingga 2008.
5. Pernah tersandung kasus pemalsuan ijazah

Saat jadi Plt Gubernur dia sempat tersandung kasus dugaan pemalsuan ijazah. Bahkan saat itu polisi menetapkannya sebagai tersangka. Tapi tak ada keberlanjutan kasus itu hingga dirinya pensiun menjadi gubernur.


















