- Sumatra Utara (Sumut) 1
- Sumatra Barat (Sumbar) 3
- Jambi 7
- Sumatra selatan (Sumsel) 12
- Riau 7
Gelombang Ekuatorial Kevin Terpantau Aktif di Riau, Ini Kata BMKG

- BMKG mencatat Gelombang Ekuatorial Kelvin aktif di seluruh wilayah Riau, memicu potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
- Fenomena ini diperkirakan bergeser ke Selat Karimata pada Sabtu, sehingga intensitas hujan di Riau mulai berkurang namun tetap perlu kewaspadaan.
- BMKG juga melaporkan 30 titik panas di Sumatra, dengan 7 hotspot berada di Riau, tersebar di Kabupaten Rokan Hilir dan Indragiri Hulu.
Pekanbaru, IDN Times - Aktivitas Gelombang Ekuatorial Kevin terpantau aktif di Provinsi Riau, Jumat (15/5/2026). Hal tersebut mempengaruhi kondisi cuaca di Bumi Lancang Kuning.
Fenomena atmosfer ini dinilai menjadi pemicu meningkatnya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Mari Frystine menjelaskan, Gelombang Ekuatorial Kevin merupakan gangguan atmosfer berupa pergerakan massa udara dari arah barat menuju timur yang membawa uap air dalam jumlah besar.
"Gelombang Ekuatorial Kelvin adalah gangguan atmosfer, dimana terdapat perambatan udara yang bergerak dari arah barat menuju timur. Gelombang ini berperan membawa uap air dan memicu pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan di daerah ekuator," jelasnya.
Berdasarkan analisis kondisi atmosfer terkini, fenomena tersebut saat ini aktif di seluruh wilayah Riau dan mendukung terbentuknya awan hujan.
"Hari ini berdasarkan analisis kondisi atmosfer, Gelombang Ekuatorial Kelvin aktif di seluruh wilayah Riau, sehingga ini dapat mendukung potensi terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat di seluruh wilayah Riau," terang Mari Frystine.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga malam hari.
1. Besok Gelombang Ekuatorial Kevin diperkirakan bergerak ke Selat Karimata

Dikatakan Mari, BMKG memperkirakan kondisi cuaca dengan intensitas hujan sedang hingga lebat mulai berangsur berkurang pada Sabtu (16/5/2026). Hal ini diyakini dengan seiring bergesernya Gelombang Ekuatorial Kelvin menuju wilayah Selat Karimata.
"Diprakirakan pada esok hari, fenomena gelombang ekuatorial sudah bergerak ke wilayah Selat Karimata," katanya.
2. BMKG minta waspada, sebut ada faktor atmosfer lain

Meski demikian, dilanjutkan Mari, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dalam beberapa hari ke depan. BMKG menyebut, masih ada faktor atmosfer lain yang mendukung pertumbuhan awan hujan di Provinsi Riau.
"Dalam tiga hari ke depan, curah hujan di Riau diprakirakan akan lebih sedikit dibandingkan hari ini. Namun perlu diwaspadai bahwa masih terdapat potensi hujan intensitas sedang. Kondisi ini disebabkan oleh adanya belokan angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Riau," terang Mari lagi.
3. Total hotspot di Pulau Sumatra 30, di Riau ada 7

Disisi lain, Mari menambahkan, pada hari ini ditemukan titik panas atau hotspot di Pulau Sumatra sebanyak 30. Dimana, Provinsi Riau menyumbang 7 titik panas. Berikut ini rinciannya.
"Untuk di Riau, hotspot ditemukan di Kabupaten Rohil (Rokan Hilir) 4 titik dan di Kabupaten Inhu (Indragiri Hulu) 3 titik," pungkasnya.


















