Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

FJPI Gelar Nobar Pesta Babi, Ajak Refleksi Kerusakan Hutan di Sumut

FJPI Gelar Nobar Pesta Babi, Ajak Refleksi Kerusakan Hutan di Sumut
Suasana nonton bareng Pesta Babi yang digelar FJPI (IDN Times/Indah Permata Sari)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • FJPI menggelar nobar film dokumenter 'Pesta Babi' di Medan untuk mengajak refleksi atas kerusakan hutan dan konflik masyarakat adat di Sumatera Utara.
  • Ketua Umum FJPI Khairiah Lubis menekankan pentingnya daya kritis jurnalis, seniman, dan masyarakat terhadap kebijakan lingkungan serta dampak Proyek Strategis Nasional.
  • Film 'Pesta Babi' menyoroti perjuangan masyarakat adat Papua melawan perusakan hutan dan diharapkan membuka kesadaran publik tentang kelestarian lingkungan Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times – Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) menggelar nonton bareng film dokumenter Pesta Babi bersama seniman, aktivis perempuan, komunitas lingkungan dan mahasiswa di Medan, pada Kamis (14/5/2026).

Ketua Umum FJPI Khairiah Lubis mengatakan film dokumenter Pesta Babi yang disutradarai Dandhy Laksono bersama Cypri Dale berkolaborasi dengan Watchdoc, Ekspedisi Indonesia Baru, Jubi Media, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia ini penting ditonton bersama karena membuka mata kita tentang kondisi perusakan hutan yang tidak hanya terjadi di Papua.

“Ini bisa menjadi refleksi bagi kita untuk kondisi di daerah kita sendiri. Karena di Sumatera Utara kita juga tahu ada banyak pertikaian antara masyarakat adat dengan perusahaan dan pemerintah tentang hutan,” jelasnya.

1. Beberapa kali aksi demonstrasi yang terjadi di Sumut terkait konflik agraria dan lingkungan

IMG_20260514_143203.jpg
Ketua Umum Forum Jurnalis Perempuan Indonesia atau FJPI (IDN Times/Indah Permata Sari)

Ia menyinggung beberapa kali aksi demonstrasi yang terjadi di Sumut terkait konflik agraria dan lingkungan.

Sejumlah pengurus FJPI sebelumnya juga memproduksi film dokumenter investigasi tentang perusakan hutan di Simalungun.

“Itu dokumenter investigasi tentang masyarakat yang berusaha menyelamatkan hutan. Beberapa kali sudah ke sana dan filmnya sedang proses editing. Kalau sudah selesai juga kita akan buat nobar,” sambungnya.

2. Dorong daya kritis jurnalis dan masyarakat

IMG_20260514_145408.jpg
Suasana nonton bareng Pesta Babi yang digelar FJPI (IDN Times/Indah Permata Sari)

Khairiah Lubis yang akrab disapa Awi menekankan peran jurnalis, seniman, dan masyarakat sipil dalam menjaga daya pikir kritis terhadap kebijakan lingkungan. Ia menyebut pemerintah saat ini tengah menjalankan Proyek Strategis Nasional di beberapa provinsi, sehingga penting bagi masyarakat daerah untuk memahami dampaknya.

“Kita memang juga harus punya daya kritis yang sama supaya kita bisa sama-sama melindungi negara kita. Kita juga harus tahu bagaimana kondisi di daerah kita masing-masing,” katanya.

3. Diharapkan film ini bisa membuka mata publik tentang kondisi kelestarian lingkungan

IMG_20260514_143219.jpg
Suasana nonton bareng Pesta Babi yang digelar FJPI (IDN Times/Indah Permata Sari)

Film dokumenter Pesta Babi mengangkat perjuangan masyarakat adat Marind, Yei, Awyu, dan Muyu di Papua dalam mempertahankan wilayahnya dari perusakan hutan dengan dalih Proyek Strategis Nasional di bidang energi dan bahan pangan.

Khairiah berharap film ini bisa membuka mata publik tentang kondisi kelestarian lingkungan di Indonesia.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More