Nasib Nahas Korban Jambret di Medan, Meninggal usai Kejar Pelaku

- Dua teknisi elektronik di Medan menjadi korban penjambretan saat berboncengan naik becak motor menuju rumah pelanggan, setelah salah satu ponsel mereka dirampas pelaku.
- Saat mengejar empat pelaku jambret, becak motor yang dikendarai korban hilang kendali di Jalan Cendrawasih dan menabrak warung warga hingga keduanya mengalami luka serius.
- Korban bernama Ucok meninggal dunia setelah dirawat di RS Pirngadi, sementara Adam masih dirawat; keluarga telah melapor ke polisi dan penyelidikan tengah dilakukan.
Medan, IDN Times - Dua teknisi alat elektronik menjadi korban penjambretan di Kota Medan. Insiden ini terjadi saat mereka berboncengan mengendarai becak hendak ke rumah customer.
Saat dijambret, keduanya tak tinggal diam. Mereka mengejar pelaku menggunakan becak. Namun nahas, mereka hilang kendali sampai terjatuh dan menabrak bangunan. Bahkan salah satunya kini dinyatakan meninggal dunia.
1. Teknisi elektronik dijambret di jalan, korban kejar pakai becak

Willy Andi selaku abang kandung korban membenarkan insiden tersebut. Kala itu adiknya yang bernama Adam berboncengan dengan Ucok naik becak motor.
"Awalnya Adam dan Ucok naik betor. Terus ada yang menelepon. Mereka berhenti angkat telepon. Selesai telepon, mau masukkan hp di kantong, di situlah dijambret hp-nya," kata Wily Andi, Kamis (14/5/2026)
Meski tersentak dan kaget, mereka mencoba mengejar pelaku. Di Jalan Garuda, Perumnas Mandala, mereka memacu gas becak motor tersebut.
"Naik betor ngejar pelaku sambil teriak. Pelaku empat orang. Yang jambret (eksekutor) 2 orang. Terus di belakang ada yang ngekorin juga 2 orang," lanjutnya.
2. Korban terjatuh dan menabrak warung warga saat kejar jambret

Keduanya terus mengejar, sampai pada akhirnya hilang kendali di tikungan Jalan Cendrawasih, Perumnas Mandala. Nahas, becak motor terjatuh dan menabrak bangunan.
"Adik saya si Adam yang bawa becaknya, si Ucok di dalam betor itu. Betor ini nabrak warung warga sampai jungkir balik mereka," cerita Wily.
Keduanya diceritakan Wily mengalami luka-luka. Akibat benturan di kepala dan punggung, Adam dan Ucok tak sadarkan diri.
"Mereka berdua dibawa warga ke rumah sakit Muhammadiyah. Terus dirujuk ke Pirngadi," bebernya.
3. Korban jambret dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat di RS Pirngadi

Keduanya dirawat di Rumah Sakit Pirngadi. Namun sehari setelahnya, korban bernama Ucok dinyatakan meninggal dunia.
"Benar, besok paginya Ucok meninggal dunia. Sementara adik saya Adam dirawat. Ucok warga Jalan Denai. Kalau Adam warga Gang Manunggal, Jalan Denai. Mereka berdua buka usaha elektronik second. Jadi kadang ada yang pesan antar gitu," pungkas Wily.
Ia membenarkan bahwa terhadap peristiwa ini keluarga telah melaporkannya ke polisi. Besar harapan mereka agar pelaku segera ditangkap.
"Segera kami selidiki, ya," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Lubis.


















