Comscore Tracker

[BREAKING] Rahman Tolleng, Aktivis Angkatan 66 Tutup Usia

Pernah mengusulkan Gus Dur menjadi presiden

Jakarta, IDN Times - Satu lagi orang hebat di Negeri ini berpulang. 

Seorang aktivis angkatan 66, Rahman Tolleng meninggal dunia pada Selasa (29/1) pukul 05.25 WIB.

Jenazah Rahman Tolleng saat ini masih berada di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta. Rencananya jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jalan Cipedes Tengah 133, Bandung.

Rahman lahir di Sinjai, Sulawesi Selatan, 5 Juli 1937. Ia dikenal sebagai aktivis yang sangat kritis. Pada 1965-1966, ia ikut menggerakkan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Kritik pedasnya pada pemerintahan Soekarno juga menempatkannya sebagai buruan politik Orde Lama.

Rahman Tolleng bergabung ke KAMI Bandung setelah peristiwa 30 September 1965. Saat itu ia langsung didaulat menjadi salah seorang Ketua Presidium Kami Pusat.

Di dunia politik, Rahman Tolleng pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong pada 1968-1971. Ia juga terlibat dalam proses transformasi Sekretariat Bersama Golongan Karya menjadi Golkar.

Sepak terjangnya di dunia politik semakin trengginas saat ia mendeklarasikan Forum Demokrasi (Fordem). Saat itu Fordem mengusung Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagai pengganti Soeharto yang dilengserkan.

Gus Dur pun akhirnya naik ke kursi presiden menggantikan BJ Habibie. Kini, Rahman Tolleng telah mengembuskan nafas terakhirnya. Namun semangatnya tak akan hilang. "Perjuangan politik adalah perjuangan nilai," katanya suatu ketika.

Baca Juga: 62 Aktivis Lingkungan Dikriminalisasi Sepanjang 2018, Ini Kata KLHK

Topic:

  • Arifin Alamudi

Just For You