Doa Rasulullah saat Hari Terakhir Ramadan yang Bikin Nangis

- Rasulullah SAW memanjatkan doa penuh haru di hari terakhir Ramadan agar tidak menjadi Ramadan terakhir dalam hidupnya dan berharap mendapat kasih sayang Allah.
- Doa yang dibaca di malam terakhir Ramadan diyakini membawa dua kebaikan, yaitu kesempatan bertemu Ramadan berikutnya atau memperoleh ampunan serta rahmat Allah SWT.
- Nabi Muhammad SAW selalu beri’tikaf di masjid selama sepuluh hari terakhir Ramadan untuk memperbanyak ibadah dan menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan.
Ramadan 1447 Hijriah sudah hampir memasuki penghujung. Di minggu terakhir ini, menjadi waktu-waktu terakhir untuk umat Muslim beribadah saat Ramadan.
Ramadan akan selalu dirindukan umat Muslim setiap tahunnya. Bahkan hari-hari terakhir menjadi sangat sedih karena harus berpisah dengan Ramadan. Nabi Muhammad SAW selalu memanjatkan doa mengharukan dan bikin sedih di hari terakhir Ramadan.
Berikut ini doa Rasulullah pada hari terakhir Ramadan.
1. Doa rasulullah di penghujung Ramadan
.jpg)
Rasulullah biasanya selalu sedih untuk melepas bulan Ramadan. Dia pun memanjatkan doa ini:
اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْع لْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا
Allahuma laa taj'alhu aakhiril'ahdi min shiyaminaa iyyaahu, fain ja'altahu faj'alnii marhuuman walaa taj'alnii mahruuman.
Artinya: Ya Allah, janganlah Kau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai Bulan Ramadhan terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadhan terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi.
2. Berharap bertemu dengan Ramadan mendatang dan mendapat ampunan Allah SWT

Sementara Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membaca doa ini di malam terakhir Ramadhan, ia akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan: menjumpai Ramadhan mendatang atau pengampunan dan rahmat Allah:
"Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati, bukan yang hampa semata.”
3. Nabi Muhammad selalu iktikaf di masjid selama 10 hari terakhir

Selama 10 hari terakhir Ramadan selalu menjadi fase meningkatkan amalan dibanding hari-hari lainnya. Nabi Muhammad SAW sendiri pada sepuluh hari terakhir memilih berada di Masjid untuk beri'tikaf.
Sebuah hadist dari Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa menegakkan lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (H.R. Bukhari 34, diriwayatkan juga oleh jamaah ahli hadis)

















