Comscore Tracker

Jadi Saksi, Sarpan Mengaku Dianiaya 9 Polisi dan Ditahan Selama 5 Hari

Sarpan: Saya orang kecil minta keadilan, seadil-adilnya.

Medan, IDN Times - Sarpan (57) sebagai saksi dalam kasus pembunuhan Dodi Somanto (41) di Polsek Percut Sei Tuan Medan. Namun dalam ceritanya, selama pemeriksaan sebagai saksi Sarpan malah menjadi korban penganiayaan. Saat ini Sarpan sudah melakukan pemeriksaan perdana dalam kasus tersebut, sebelumnya telah melakukan laporan di Polrestabes Medan pada Rabu (29/7).

Menurut Sarpan, untuk pemeriksaan perdana di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan saat di datanginya sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB masih belum mendapatkan hasil.

“Ya tadi ditanya masalah pemukulan dari awal sampai akhir, macam mana saya diapai, berapa orang,” tuturnya dengan wajah lesu yang masih masa pemulihan.

1. Sarpan mengaku ada 9 orang dalam penganiayaan yang merupakan polisi

Jadi Saksi, Sarpan Mengaku Dianiaya 9 Polisi dan Ditahan Selama 5 HariSarpan saat didampingi pengacara dan pihak keluarga (IDN Times/Indah Permata Sari)

Sarpan menjelaskan bahwa, sebanyak 9 orang yang termasuk dalam penganiayaan dirinya merupakan polisi.

“Ada sekitar 9 orang, polisi. Cuma yang masukkan saya ke dalam sel gak tahu saya, tapi yang masukkan orang itu juga ke dalam tahanan,” tutur Sarpan.

Baca Juga: Diperiksa Sebagai Saksi Pembunuhan, Sarpan Pulang dengan Wajah Lebam

2. Sarpan sempat masuk dalam tahanan dan dihajar tanpa tahu permasalahan

Jadi Saksi, Sarpan Mengaku Dianiaya 9 Polisi dan Ditahan Selama 5 HariSarpan masih dalam kondisi pemulihan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Menurut Sarpan, dirinya sempat masuk dalam sel tahanan tanpa mengetahui permasalahan sebenarnya dalam Sarpan yang hanya menjadi saksi.

“Cuman waktu dimasukkan ke dalam tahanan, saya dihajar juga sama tahanan gak tahu permasalahannya. Pikir saya, saya disuruh tidur disitu ternyata saya dipukuli sama orang itu alasannya apa saya pun gak tahu,” ujarnya.

3. Sarpan mengaku, selama 5 hari selalu dianiaya

Jadi Saksi, Sarpan Mengaku Dianiaya 9 Polisi dan Ditahan Selama 5 Hari[Tangkapan layar] Sarpan, Ketua RT yang diduga disiksa oknum polisi saat menjadi saksi kasus pembunuhan Dodi Sumanto. (Istimewa)

Dalam ceritanya, selama 5 hari didalam Polsek Percut Sein Tuan Medan Sarpan selalu dilakukan penganiayaan dari polisi.

“Setiap hari saya dipukuli disitu, sebetulnya si pelaku udah jelas. Karena sebagai saksi, saya orang awam gak tahu permasalahannya saya langsung di dudukkan di bawa ke TKP jam 7 malam, sekitar jam 9 malam datang pak si Kanit saya di tarik dari belakang masih baju basah saya pakai kerja. Ditarik dan mulai dipukul, itu saya belum sebut si pelaku saya masih Shock (kaget). Dibawa ke TKP jam 3 baru saya ditanyak dan sebut pelaku tambah parah perlakuan itu yang kayu masuk, rotan, tunjangan masuk bahkan setrum masuk. Disitu lah mulai, udah semua,” jelasnya.

Baca Juga: Kisah Sarpan, Saksi Pembunuhan yang Diduga Dipukul dan Disetrum Polisi

4. Sarpan juga jadi saksi saat rekan kerja dianiaya depan mata

Jadi Saksi, Sarpan Mengaku Dianiaya 9 Polisi dan Ditahan Selama 5 HariSarpan saat didampingi pengacara dan pihak keluarga (IDN Times/Indah Permata Sari)

Dirinya juga mengatakan bahwa, sebagian pelaku yang menganiaya dirinya, saat ini ia kenali. Selanjutnya, penyelidikan akan tetap dilakukan dan menunggu pemanggilan dari Polrestabes Medan.

Sementara, Sarpan juga sempat menjadi saksi saat rekan kerja dianiaya di depan matanya sendiri.

“Saya orang kecil minta keadilan, seadil-adilnya, saya pekerja bangunan. itu yang korban kernek saya bertahun-tahun ikut saya, cuman 2 orang aja kami kerja disitu. cobalah kernek saya diperlakukan, kayak binatang kayak gitu dicangkul di depan mata saya,” harapnya.

5. Sarpan: Biaya saya sendiri, dari polisi gak ada

Jadi Saksi, Sarpan Mengaku Dianiaya 9 Polisi dan Ditahan Selama 5 Hari[Tangkapan layar] Sarpan, Ketua RT yang diduga disiksa oknum polisi saat menjadi saksi kasus pembunuhan Dodi Sumanto. (Istimewa)

Saat ini, Sarpan telah menyerahkan semua segala keputusan pihak kepolisian ke kuasa hukum yang telah dipercayainya. “Itu saya kurang tahu pak, itu saya serahkan saja ke pengacara," katanya.

Sarpan menegaskan, hingga saat ini masih mengeluarkan biaya sendiri dan belum ada bantuan dari pihak pelaku atau pihak kepolisian. Namun, untuk kunjungan ke dirinya penah dilakukan pihak kepolisian sekali di Rumah Sakit

“Untuk biaya, saya sendiri, kalau polisi yang menganiaya gak ada,” ungkapnya.

Baca Juga: Kasus Polisi Aniaya Saksi, Keluarga Sarpan Kecewa dengan Pengacara

Topic:

  • Indah Permatasari
  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya