Guru Besar IPB University Bidang Perlindungan Hutan Prof Bambang Hero Suharjo (IDN Times/ dok Polda Riau)
Guru Besar IPB University Bidang Perlindungan Hutan Prof Bambang Hero Suharjo mengingatkan, bahwa ancaman Karhutla ke depan berpotensi semakin serius seiring prediksi fenomena Super El Nino yang menguat.
Menurutnya, apa yang terjadi saat ini merupakan bagian dari prediksi ilmiah yang sudah lama disampaikan para ahli terkait perubahan iklim global.
"Ini bukan lagi sekadar prediksi, tapi sudah mulai menjadi kenyataan. Kondisinya bahkan bisa menyerupai kejadian tahun 1997–1998," ucap Bambang usai meninjau kondisi Karhutla yang terjadi di Provinsi Riau, Sabtu (4/4/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bambang juga mengamati kondisi lapangan, termasuk tinggi muka air di kanal dan parit yang mulai menunjukkan penurunan menuju batas kritis. Hal ini menjadi indikator awal meningkatnya risiko Karhutla.
Selain ancaman api, ia menyoroti bahaya asap yang ditimbulkan. Menurutnya, asap kebakaran mengandung puluhan jenis gas berbahaya. Diantaranya hidrogen sianida yang dapat memicu gangguan kesehatan serius bahkan kematian.
"Jangan hanya melihat asap sebagai gangguan biasa. Di dalamnya ada banyak zat berbahaya yang bisa berdampak jangka panjang bagi kesehatan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang menekankan pentingnya langkah cepat dan kolaboratif dalam pencegahan. Ia mengingatkan agar semua pihak tidak menunggu hingga kondisi memburuk.
“Tindakan paling penting adalah deteksi dini dan respon cepat. Begitu ada indikasi kebakaran, segera laporkan. Ini tanggung jawab bersama, karena dampaknya dirasakan semua," pungkasnya.