Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Peluncuran nasional Program Pesantren Bebas Tuberkulosisi (TB) yang digelar di Sumut (Dok. Kemenag Sumut)
  • Sumatra Utara menjadi tuan rumah peluncuran nasional Program Pesantren Bebas TB di Deli Serdang, yang dipimpin tiga wakil menteri sebagai sinergi lintas kementerian.

  • Program menargetkan perluasan deteksi dini, pencegahan, dan penanganan TB di pesantren, serta diintegrasikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis bagi santri.

  • Kemenkes menyiapkan tenaga medis dan fasilitas, Kemendagri mendorong peran pemda, sementara penyuluhan rutin bersama puskesmas akan memperkuat layanan kesehatan pesantren.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
4 November 2026

Tiga wakil menteri meluncurkan nasional Program Pesantren Bebas Tuberkulosis di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Kabupaten Deli Serdang. Program ini menandai sinergi lintas kementerian untuk memperkuat deteksi, pencegahan, dan penanganan TB di pesantren.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Program Pesantren Bebas Tuberkulosis nasional diluncurkan untuk memperluas deteksi dini, pencegahan, pemeriksaan berkala, dan penanganan TB di lingkungan pesantren.
  • Who?
    Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus meluncurkan program ini.
  • Where?
    Peluncuran berlangsung di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.
  • When?
    Kegiatan peluncuran dilaksanakan pada Rabu, 4 November 2026.
  • Why?
    Program dijalankan karena kesehatan santri perlu dipenuhi dan banyak pesantren di Indonesia belum memiliki fasilitas kesehatan yang memadai.
  • How?
    Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kemendagri, pemerintah daerah, puskesmas, dan pesantren berkolaborasi melalui Cek Kesehatan Gratis, tenaga medis, fasilitas kesehatan, serta penyuluhan rutin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tiga wakil menteri datang ke pesantren Mawaridussalam di Deli Serdang. Mereka memulai program Pesantren Bebas TB untuk semua Indonesia. Program ini ingin menjaga santri agar sehat dari penyakit TB. Nanti ada cek kesehatan gratis, dokter, dan penyuluhan dari puskesmas. Pemerintah daerah juga diminta ikut membantu pesantren.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Peluncuran Program Pesantren Bebas TB di Sumatra Utara menunjukkan perhatian lintas kementerian terhadap kesehatan santri sebagai bagian penting dari lingkungan pendidikan. Dukungan tenaga medis, fasilitas, pemeriksaan berkala, serta penyuluhan bersama puskesmas memberi landasan yang lebih terarah untuk memperkuat layanan kesehatan di pesantren.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Sumatra Utara (Sumut) dipercaya menjadi tuan rumah peluncuran nasional Program Pesantren Bebas Tuberkulosis (TB). Program tersebut diluncurkan langsung oleh tiga wakil menteri di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu (4/11/2026).

Ketiga wakil menteri tersebut adalah Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus.

Peluncuran ini menandai sinergi lintas kementerian dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang sehat dan bebas dari tuberkulosis.

1. Dari 40 ribu lebih pesantren dengan jutaan santri di Indonesia, belum banyak yang memiliki fasilitas kesehatan memadai

Peluncuran nasional Program Pesantren Bebas Tuberkulosisi (TB) yang digelar di Sumut (Dok. Kemenag Sumut)

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i menegaskan kesehatan santri merupakan hak konstitusional yang harus dipenuhi. Menurutnya, dari 40 ribu lebih pesantren dengan jutaan santri di Indonesia, belum banyak yang memiliki fasilitas kesehatan memadai.

"Ini adalah wujud sinergi pemerintah dalam memperluas deteksi dini, pencegahan, dan penanganan tuberkulosis di lingkungan pesantren," ujarnya.

Program ini, kata dia, sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, dan kesehatan. Pelaksanaannya akan diintegrasikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi santri.

"Kita ini satu tim. Tidak ada keberhasilan individual. Tidak boleh ada kementerian yang bekerja sendiri-sendiri," tegas Romo.

2. Kemenkes memastikan dukungan tenaga medis dan fasilitas, sementara Kemendagri mendorong peran aktif pemerintah daerah

Peluncuran nasional Program Pesantren Bebas Tuberkulosisi (TB) yang digelar di Sumut (Dok. Kemenag Sumut)

Dukungan penuh disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. Kemenkes memastikan dukungan tenaga medis dan fasilitas, sementara Kemendagri mendorong peran aktif pemerintah daerah.

"Pesantren merupakan lingkungan pendidikan sekaligus tempat tinggal bagi banyak santri. Karena itu, edukasi kesehatan, deteksi dini, pemeriksaan berkala, dan penanganan yang tepat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat," kata Wamen Dalam Negeri Akhmad Wiyagus.

3. Tantangan kesehatan di pesantren masih kompleks

Peluncuran nasional Program Pesantren Bebas Tuberkulosisi (TB) yang digelar di Sumut (Dok. Kemenag Sumut)

Sementara itu, Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said mengungkapkan tantangan kesehatan di pesantren masih kompleks. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat fasilitas kesehatan pesantren melalui penyuluhan rutin yang melibatkan puskesmas.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumut Ahmad Qosbi menyambut baik penunjukan Sumut sebagai tuan rumah.

"Terima kasih dan rasa syukur yang mendalam kami haturkan atas terpilihnya Sumatra Utara sebagai tuan rumah. Kami sangat mengapresiasi terobosan luar biasa dari Wamenag Romo Muhammad Syafi'i yang senantiasa menunjukkan kepedulian nyata terhadap kemajuan dan kesejahteraan pesantren," ujar Qosbi.

Sekedar informasi, hadir dalam peluncuran tersebut Wakil Gubernur Sumut H. Surya, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, Kepala Bagian Tata Usaha Syafrizal Bancin, para kepala bidang, serta pimpinan Pondok Pesantren Mawaridussalam. Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh Kanwil Kemenag provinsi dan pengasuh pesantren se-Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article