Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Diiringi Tembakan Kehormatan, Kopda Rico Dimakamkan di TMP Lubuk Pakam

Diiringi Tembakan Kehormatan, Kopda Rico Dimakamkan di TMP Lubuk Pakam
Prosesi pemakaman Kopda Rico (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Intinya Sih
  • Pemakaman Kopda (anumerta) Rico Pramudia di TMP Lubuk Pakam berlangsung khusyuk, dengan keluarga dan rekan prajurit mengiringi prosesi penuh haru serta penghormatan militer.
  • Kopda Rico dikenal sebagai prajurit berprestasi dari Kodam Iskandar Muda yang menerima berbagai tanda kehormatan nasional dan internasional atas dedikasinya dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.
  • Atas pengabdian dan keberaniannya, Kopda Rico dianugerahi kenaikan pangkat anumerta menjadi Kopral Dua, dengan ucapan duka cita mendalam dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Deli Serdang, IDN Times - Jenazah Kopda (anumerta) Rico Pramudia, prajurit TNI yang gugur dalam misi kedamaian PBB di Lebanon, sudah tiba di rumah duka sejak Selasa (28/4/2026) malam. Kini di Taman Makam Pahlawan (TMP) Lubuk Pakam, jenazahnya disemayamkan pada Rabu (29/4/2026) siang.

Keluarga menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam dari Desa Dolok Manampang Kecamatan Dolok Masihul menuju TMP Lubuk Pakam. Pantauan IDN Times, keluarga inti Kopda Rico tak absen mengantar prajurit United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) itu untuk terakhir kalinya.

1. Tangis keluarga mengiringi pemakaman jenazah Kopda Rico Pramudia di TMP Lubuk Pakam

IMG_20260429_104426.jpg
Suasana duka di pemakaman Kopda Rico (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Suara senjata penghormatan prajurit mengiringi prosesi pemakaman Kopda Rico. Peti diselimuti bendera merah putih itu diantar perlahan sampai ke liang lahat. Suasana khusyuk menyelimuti prosesi pemakaman ini. Tangis keluarga baru pecah saat menaburkan bunga di atas tanah merah yang menimbun peti Kopda Rico.

Sang istri, Yulia, tampak menggendong anaknya sembari menabur bunga. Tangis tiada henti bahkan ketika prosesi telah usai.

Kopda Rico meninggal dunia di usianya yang ke-31 tahun. Ia meninggalkan seorang istri dan seorang putra yang belum genap berumur 3 tahun.

"Kopda Rico dilahirkan di Sukajadi pada tanggal 12 Februari 1995. Anak dari Bapak almarhum Pairin dan Ibu almarhumah Siti Luayah. Almarhum meninggalkan 1 orang istri dan 1 orang anak," kata pewara.

2. Ini tanda kehormatan Kopda Rico selama jadi prajurit

Potret seorang prajurit Indonesia berseragam militer dengan latar belakang lambang PBB, dikelilingi bingkai bunga berwarna merah muda dan biru.
Foto Praka Rico di karangan bunga (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kopda Rico Pramudia merupakan prajurit Kodam Iskandar Muda. Ia dikenal sebagai sosok prajurit yang memiliki banyak prestasi.

Tanda kehormatan yang dimiliki Kopda Rico antara lain Satya Lancana Kesetiaan 8 Tahun, Satya Lancana Kesetiaan Wiradharma, Satya Lancana Kesetiaan Darma Nusa, dan Satya Lancana Kesetiaan Santi Darma. Selain itu ia juga memiliki tanda kehormatan Satya Lancana Kesetiaan Duta Budaya, Lebanon War Medal, Order of The Cedar Medal, Medal of Military, dan UN Medal.

"Meninggal dunia pada hari Jumat, tanggal 24 April 2026, pukul 10.32 waktu Lebanon, di Rumah Sakit Beirut, Lebanon, karena gugur dalam melaksanakan tugas negara," lanjut pewara membacakan riwayat hidup.

3. Rico mendapat kenaikan pangkat menjadi Kopda

IMG_20260429_104412.jpg
Prosesi pemakaman Kopda Rico (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Dedikasi Praka Rico membuat dirinya mendapat kenaikan pangkat Kopral Dua (Anumerta). Hal ini secara terbuka disampaikan oleh Puspen TNI melalui Instagram resminya.

"Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto beserta seluruh jajaran menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik bangsa, Kopda Rico Pramudia, dalam tugas sebagai bagian dari Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL di Lebanon. Pengabdian, keberanian, dan dedikasi almarhum menjadi teladan bagi seluruh prajurit dan bangsa Indonesia." Begitulah isi unggahan Puspen TNI.

Gugurnya Rico dianggap kehilangan besar di tubuh institusi TNI. Namun semangat juangnya disebut Jenderal TNI Agus Subianto akan terus hidup sebagai inspirasi dalam menjaga perdamaian dunia.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More