Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mitos-mitos Satu Suro yang Masih Dipercaya Hingga Kini

Mitos-mitos Satu Suro yang Masih Dipercaya Hingga Kini
ilustrasi perayaan malam satu suro (unsplash.com/Fauzan)
Intinya Sih
  • Tanggal 1 Muharram 1448 Hijriah bertepatan dengan Satu Suro dalam penanggalan Jawa, yang masih lekat dengan berbagai kepercayaan dan tradisi turun-temurun.
  • Beberapa mitos populer di bulan Suro antara lain larangan menggelar pernikahan dan pindah rumah karena dianggap membawa kesialan atau musibah.
  • Tradisi seperti tapa bisu di Keraton Yogyakarta serta keyakinan arwah leluhur kembali ke rumah masih dijalankan sebagian masyarakat sebagai bentuk penghormatan budaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kalender Islam memasuki 1 Muharram sebagai penanda pergantian tahun hijriah pada Selasa (16/6/2026) hari ini. Tahun Hijriah berganti menjadi 1448.

Sementara penanggalan lain dari Jawa menyebutnya Suro atau sura. Bulan Suro kerap dikaitkan dengan kepercayaan turun temurun. Ada tradisi-tradisi masyarakat Jawa ataupun perintah maupun larangan menyambut Satu Suro yang dipercaya hingga kini. 

Apa saja sih mitos-mitos satu suro yang dipercaya masyarakat Jawa?

1. Tidak menggelar pesta pernikahan

Ilustrasi Menikah (IDN Times/Alfisyahrin Zulfahri Akbar)
Ilustrasi Menikah (IDN Times/Alfisyahrin Zulfahri Akbar)

Untuk yang pertama dan sering kita dengar saat bulan Suro adalah disarankan untuk tidak menggelar pesta pernikahan. Tapi bukan karena PPKM lho!

Ya, memang di bulan ini jarang sekali orang mau menggelar pernikahan. Tentu saja mitos ini sudah lama jadi cerita masyarakat. Jika melakukannya bisa tertimpa kesialan atau musibah.

Tentu saja ini bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan jika semua hari itu baik.

2. Tak boleh pindah rumah

Ilustrasi tempat isolasi (ANTARA FOTO/Seno)
Ilustrasi tempat isolasi (ANTARA FOTO/Seno)

Satu mitos lain yang sering didengar di bulan Suro adalah larangan untuk pindah rumah. Kenapa gak boleh?

Terutama malam satu suro. Hal itu dianggap bukan hal yang baik. Kembali lagi, kabarnya bisa mendatangkan musibah juga jika melanggarnya.

3. Tapa Bisu atau tak berbicara

Sesajen saat melakukan Tradisi Malam 1 Suro di lereng Gunung Merapi, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2020). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Sesajen saat melakukan Tradisi Malam 1 Suro di lereng Gunung Merapi, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2020). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Salah satu ritual yang sering dilakukan pada malam 1 Suro adalah tidak boleh berbicara sama sekali atau tapa bisu. Biasanya dilakukan mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta.

Selain tak boleh bicara, orang tersebut juga tidak boleh makan, minum serta merokok saat melakukan ritual tapa bisu.

4. Arwah leluhur kembali ke rumah

Rumah arwah dibuat mirip dengan aslinya lengkap dengan nama marga keluarganya. IDN Times/Fariz Fardianto
Rumah arwah dibuat mirip dengan aslinya lengkap dengan nama marga keluarganya. IDN Times/Fariz Fardianto

Selain itu mitos lain yang dipercaya saat malam satu suro adalah kembalinya arwah leluhur atau orang ke rumah yang sudah lama ditinggalkannya. Bahkan kabarnya arwah orang-orang yang menjadi tumbal pesugihan akan dilepaskan.

Tapi tetap saja cerita-cerita tadi hanya mitos dan yang terpenting adalah percaya kepada Allah SWT. Perbanyak saja beribadah di bulan Muharram ini.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More