Ekshumasi Jenazah Steven Sitorus di Toba, Keluarga Merasa Janggal

- Puluhan warga dan keluarga Armina Dewi Siagian mengawal ekshumasi jenazah Steven Arya Sitorus di Toba sebagai bentuk dukungan agar penyebab kematian terungkap transparan.
- Keluarga meminta proses forensik dilakukan terbuka karena menemukan kejanggalan pada kondisi fisik korban saat pertama kali ditemukan setelah dilaporkan hanyut di Langkat.
- Ibu korban telah melaporkan dugaan pembunuhan ke polisi, sementara hasil pemeriksaan forensik masih ditunggu untuk memastikan penyebab kematian Steven Arya Sitorus.
Toba, IDN Times- Puluhan warga bersama keluarga besar Armina Dewi Siagian memadati area pemakaman di Dusun Adian Bolon, Desa Pintu Pohan, Kabupaten Toba, Sabtu (13/6/2026). Mereka hadir untuk menyaksikan sekaligus mengawal proses ekshumasi jenazah Steven Arya Sitorus yang dilakukan Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
Kehadiran masyarakat dan keluarga menjadi bentuk dukungan moril sekaligus harapan agar penyebab pasti kematian Steven dapat terungkap secara transparan. Sebelumnya, Steven diketahui meninggal dunia setelah dilaporkan hanyut di kawasan objek wisata Tangkahan, Kabupaten Langkat, pada 31 Mei 2026.
1. Keluarga merasa ada kejanggalan saat ditemukan

Proses pembongkaran makam dipimpin langsung oleh dokter forensik RS Bhayangkara TK II Medan, dr. Surjit Singh, Sp.F., DFM, didampingi ahli forensik Juwita Panjaitan beserta tim medis. Ekshumasi dilakukan atas permintaan keluarga yang menilai terdapat sejumlah kejanggalan pada kondisi fisik korban saat jenazah pertama kali ditemukan.
"Kami merasa ada kejanggalan pada kondisi fisik korban saat pertama kali ditemukan. Karena itu, kami meminta agar seluruh proses ini dilakukan secara terbuka dan transparan," ujar salah seorang perwakilan keluarga bermarga Siagian di lokasi.
2. Ibu korban laporkan dugaan tindak pidana pembunuhan

Diketahui, ibu korban telah melaporkan dugaan tindak pidana pembunuhan ke pihak kepolisian dengan nomor laporan LP/B/103/VI/2026/SPKT/Polsek PD Tualang/Polres Langkat/Polda Sumut. Laporan tersebut berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di kawasan Pemandian Objek Wisata Tangkahan, Kabupaten Langkat, pada Minggu (7/6/2026).
"Perjalanan Steven mungkin sudah berakhir. Namun tugas kami adalah memperjuangkan kebenaran melalui proses ekshumasi ini. Kami akan terus mengawal hingga hasilnya benar-benar terungkap," tegas perwakilan keluarga.
Meski pihak Polsek Padang Tualang yang berada di lokasi belum memberikan keterangan resmi kepada awak media, warga dan keluarga tetap bertahan hingga seluruh rangkaian pemeriksaan forensik selesai dilaksanakan pada sore hari.
3. Kronologi ditemukannya jenazah Steven

Sebelumnya jenazah Steven ditemukan pada Senin, 1 Juni2 2026. Steven dievakuasi setelah dilaporkan hanyut. Kondisinya saat ditemukan menurut keluarga sangat janggal untuk kasus korban tenggelam.
Mulai dari mata, tempurung kepala retak, hidung dan mulut berdarah, lebam di leher kiri, lecet di kedua tangan, lebam di punggung, pergelangan tangan, hingga kedua kaki Steven Arya Sitorus.










![[BREAKING] Zaini Abdullah Mantan Gubernur Aceh Meninggal Dunia](https://image.idntimes.com/post/20210614/zaini1-98a93fd4e815f8ef209b3dd97e312d89.jpg)





