ilustrasi panen cabai (pexels.com/Danang DKW)
Untuk mendorong produktivitas, Pemerintah Provinsi Sumut menjalankan Program Strategis Daerah (PSD) melalui pengembangan kawasan pertanian terpadu. Program ini mencakup komoditas padi, jagung, cabai merah, bawang merah, sapi potong, serta rumah produksi kelapa dan kopi.
“Untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, Pemprov Sumut melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan pun melakukan intervensi. Intervensi ini masuk ke dalam bagian Program Strategis Daerah (PSD),” kata Fariz dalam kegterangannya, Minggu (25/10/2026).
Fariz mengatakan, pengembangan kawasan dilakukan dalam satu hamparan yang dikelola satu kelompok tani. Petani juga mendapatkan paket bantuan dan dukungan kemitraan dengan badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai pembeli hasil produksi atau offtaker.
Pada komoditas padi, terdapat 10 kawasan dengan luas total 300 hektare. Dari luasan tersebut, panen telah berlangsung di 44,5 hektare dengan produksi mencapai 327,95 ton.
Sementara itu, kawasan jagung mencakup 13 kawasan dengan luas 260 hektare. Panen telah dilakukan di lahan seluas 43 hektare dengan hasil 345,6 ton.
Untuk cabai merah, Pemprov Sumut mengembangkan 15 kawasan seluas 60 hektare. Enam kawasan dengan luas 24 hektare telah panen dan menghasilkan 264 ton.
Adapun kawasan bawang merah mencakup 16 kawasan seluas 48 hektare. Enam kawasan dengan luas 18 hektare telah panen dengan produksi 299,4 ton.