PHRI Sumut Dorong Sumatra Jadi One Island Journey untuk Wisatawan

- PHRI Sumut meluncurkan inisiatif Sumatera Connect 2026 untuk menyatukan promosi wisata lintas provinsi menuju konsep One Island Journey dari Aceh hingga Lampung.
- Kegiatan ini menjadi langkah awal persiapan program Visit Sumatra 2028 yang digagas Bank Indonesia bersama pemangku kepentingan pariwisata se-Sumatra.
- Forum menghadirkan berbagai pihak membahas tren dan peluang pariwisata, menghasilkan rencana implementasi paket wisata terpadu menuju terwujudnya Visit Sumatra 2028.
Medan, IDN Times- Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Sumatra Utara, Melkhy Waas, menegaskan kegiatan “Sumatra Connect 2026” menjadi langkah strategis membangun konektivitas pariwisata lintas provinsi di Pulau Sumatera menuju konsep “One Island Journey”.
Menurut Melkhy, selama ini promosi wisata di Sumatera masih berjalan sendiri-sendiri di tiap provinsi. Karena itu, melalui Sumatra Connect 2026, PHRI Sumut mencoba menyatukan kekuatan pariwisata dari Aceh hingga Lampung dalam satu jalur perjalanan wisata terpadu berbasis overland atau lintas provinsi.
“Kita ingin wisata Sumatra tidak lagi berjalan parsial. Lewat Sumatra Connect 2026, seluruh provinsi di Sumatra mulai membangun kolaborasi paket perjalanan wisata bersama sebagai satu kesatuan destinasi,” ujar Melkhy Waas, Kamis (21/5/2026).
1. Langkah awal menuju Visit Sumatra 2028

Kegiatan yang digelar Bank Indonesia bersama PHRI Sumut di Hotel Aryaduta Medan pada Selasa (19/5/2026) itu dihadiri pemerintah daerah se-Sumatra, asosiasi pariwisata seperti ASITA, Astindo, ASPI, maskapai penerbangan, investor, hingga pelaku industri wisata dari 10 provinsi di Sumatera.
Melkhy mengatakan forum tersebut juga menjadi bagian penting dalam menyambut program “Visit Sumatra 2028” yang tengah dipersiapkan Bank Indonesia bersama pemangku kepentingan pariwisata.
“Kita ingin membangun fondasi sejak sekarang, termasuk melihat tren dan forecasting pariwisata 2027 hingga 2028. Ini langkah awal menuju Visit Sumatra 2028,” katanya.
2. Sumatra memiliki peluang besar menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara

Ia menambahkan, Sumatra memiliki peluang besar menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara, bukan sekadar daerah transit sebelum menuju destinasi lain di Indonesia.
“Potensi wisatawan asing ke Indonesia sangat besar. Karena itu kita mencoba menjahit konektivitas wisata dari ujung utara hingga selatan Sumatra agar pariwisata di pulau ini benar-benar bangkit,” ujarnya.
3. Hasil workshop akan diimplementasikan menuju terwujudnya Visit Sumatra 2028

Sementara itu, Kabid Media dan Komunikasi PHRI Sumut, Diurnanta, menjelaskan Sumatra Connect 2026 merupakan bagian dari rangkaian Sumatera Investment Day 2026 dengan tema “From Provincial Destinations to One Island Journey”.
Pembukaan acara ditandai penabuhan Taganing oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut Iman Gunandi bersama unsur pemerintah dan tokoh pariwisata Sumatra Utara.
Forum tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari akademisi, Kementerian Pariwisata, hingga ekonom BI Sumut yang membahas tren pariwisata global, peluang wisata Indonesia, serta tantangan membangun konektivitas wisata lintas provinsi di Sumatra.
Selain sesi panel, kegiatan juga diisi presentasi destinasi unggulan dari seluruh Dinas Pariwisata provinsi di Sumatera, diskusi kelompok, hingga penyusunan paket wisata lintas daerah.
“Hasil workshop ini nantinya akan diimplementasikan secara bertahap menuju terwujudnya Visit Sumatra 2028,” tutup Melkhy Waas.


















