Bawa Narkoba di dalam Roti, ASN Pemprov Sumut Jebolan IPDN Ditangkap

- Seorang ASN Pemprov Sumut berinisial FIS, lulusan IPDN, ditangkap polisi di Medan karena diduga terlibat dalam peredaran vape mengandung narkoba.
- Barang bukti berupa vape berlogo Batman ditemukan disembunyikan dalam bungkus roti tawar yang dibawa FIS saat penggerebekan di kosnya.
- Polisi masih menyelidiki peran FIS dalam jaringan peredaran narkoba dan memburu pihak lain yang diduga terlibat untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh.
Medan, IDN Times - Kabar kurang sedap datang dari tubuh Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara. Seorang ASN berinisial FIS (25 tahun) ditangkap polisi atas kepemilikan narkotika.
FIS diketahui merupakan ASN Pemprov Sumut jebolan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Kini ia diringkus dan dibawa ke Polrestabes Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
1. ASN Pemprov Sumut ditangkap dengan barang bukti vape mengandung narkoba

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, membenarkan penangkapan tersebut. FIS ditangkap Selasa (19/5/2026) sore di kosnya yang berada di Kecamatan Medan Baru, Kota Medan.
"Benar bahwa Satresnarkoba Polrestabes Medan pada Selasa sore meringkus seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sumut terkait dengan peredaran vape dengan kandungan narkoba," kata Rafli, Kamis (21/5/2026) siang.
FIS ditangkap beserta barang bukti yang saat itu ia bawa. Dari tangannya, polisi menyita 1 vape dengan kandungan narkoba.
"Penangkapan FIS dilakukan usai petugas menerima informasi dari masyarakat, perihal aktivitas mencurigakan pelaku, yang sering menerima paket barang kiriman di kosnya di Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru, yang jadi tempat tinggalnya selama ini di kota Medan," lanjutnya.
2. Narkoba disimpan di dalam roti tawar

Rafli membeberkan proses penangkapan ASN asal Kabupaten Batubara ini. Pihaknya saat itu mendapati pelaku baru tiba di rumah kosnya.
Gerak-gerik FIS yang mencurigakan semakin mengundang atensi pihak berwajib. Kala itu ia membawa satu bungkus roti tawar yang kemasannya tidak seperti pada umumnya.
Saat digeledah, di situlah petugas menemukan satu bungkus vape berlogo Batman. Vape mengandung narkoba disimpan oleh FIS dalam tumpukan roti tawar yang dibawanya.
“Penangkapan ini merupakan respons kami atas informasi dari masyarakat. Dalam kasus ini, kami menyita satu bungkus vape narkoba dengan kandungan etomidate,” ungkap Rafli.
3. Polisi selidiki peran sang ASN dalam jaringan ini

Disinggung soal peran FIS dalam kasus peredaran vape narkoba ini, Rafli menyebut pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjutan. Ia masih mendalami sejumlah informasi yang dianggap krusial.
Tak hanya itu, polisi juga masih mengejar pelaku lainnya yang terlibat dalam jaringan ini. Hal tersebut berguna untuk membongkar praktik peredaran vape narkoba yang melibatkan oknum ASN.
“Tim kami masih bekerja, kami masih mendalami keterangan pelaku, termasuk perannya dalam kasus ini apakah sebatas pengguna atau justru masuk dalam jaringan. Kami akan sampaikan perkembangan lebih lanjut,” pungkas Rafli.


















