Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Darularafah Raya Cetak Hafiz hingga Tembus Kampus Unggulan

Darularafah Raya Cetak Hafiz hingga Tembus Kampus Unggulan
Pesantren Darularafah Raya meluluskan 324 alumni santri dan dyah (dok.Darularafah Raya)
Intinya Sih
  • Pesantren Darularafah Raya mewisuda 324 santri dan dyah Tahun Pelajaran 2025/2026, termasuk 10 hafiz dan hafizah 30 juz melalui Program Laskar Quran.
  • Pimpinan pesantren menegaskan peran penting pesantren dalam membentuk karakter bangsa serta memperkuat sistem pendidikan dengan Kurikulum Ulul Albab dan digitalisasi akademik, asrama, hingga keuangan.
  • Sebanyak 130 santri berhasil lolos jalur undangan ke kampus unggulan seperti UI, USU, Unimed, Universitas Andalas, UIN Walisongo, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Medan, IDN Times- Pesantren Darularafah Raya kembali mencetak hafiz, hafizah dan para alumni yang menembus kampus unggulan.Pada Tahun Pelajaran 2025/2026, Pesantren Darularafah Raya mewisuda 324 alumni santri dan dyah yang tidak hanya berhasil menjadi hafiz dan hafizah, tetapi juga sukses menembus berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Prestasi tersebut semakin membanggakan karena sebanyak 130 santri dinyatakan lolos melalui jalur undangan SNBP, SPAN-PTKIN, hingga POLTEKKES. Keberhasilan para alumni ini menjadi bukti bahwa sistem pendidikan berbasis pesantren kini semakin adaptif dengan perkembangan zaman. Tidak hanya fokus pada pembinaan akhlak dan hafalan Al-Qur’an,

1. 10 wisudawan hafiz dan hafizah

Seorang santri menerima kalung kelulusan dari pengajar berseragam toga merah dalam acara wisuda di Pesantren Darularafah Raya.
Pesantren Darularafah Raya meluluskan 324 alumni santri dan dyah (dok.Darularafah Raya)

Selain itu, sebanyak 10 wisudawan berhasil meraih predikat hafiz dan hafizah 30 juz Al-Qur’an melalui Program Laskar Quran yang menjadi salah satu program unggulan pesantren.

Dalam sambutannya, pimpinan Pesantren Darularafah Raya Harun Lubis menegaskan bahwa pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter, akhlak, dan peradaban bangsa.

“Pesantren telah hadir sebelum kemerdekaan Indonesia dan tetap bertahan hingga hari ini karena memiliki peran besar dalam membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan cinta tanah air,” ujarnya.

2. Berbagai inovasi sistem digitalisasi pesantren

Upacara pengukuhan alumni Pesantren Darularafah Raya dengan para pengurus dan santri mengenakan toga di aula yang dihiasi warna hijau dan merah.
Pesantren Darularafah Raya meluluskan 324 alumni santri dan dyah (dok.Darularafah Raya)

Ia juga menyampaikan bahwa penguatan peran pesantren semakin nyata sejak lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren yang mengakui pesantren sebagai bagian penting dari sistem pendidikan nasional.

Menghadapi era digital, Darularafah Raya melakukan berbagai inovasi melalui penerapan Kurikulum Ulul Albab dan sistem digitalisasi pesantren. Kurikulum tersebut berbasis kelas peminatan yang terdiri dari kelas Alquran, Bahasa, dan Sains dengan integrasi pembelajaran berbasis Alquran dan Sunnah.

Sementara itu, digitalisasi pesantren diterapkan pada sistem akademik, asrama, dan keuangan guna memudahkan pengawasan dan pelayanan kepada wali santri.

Saat ini Yayasan Pesantren Darularafah Raya mengelola sejumlah lembaga pendidikan formal mulai dari TK Islam Arafah, SD Islam Arafah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, SMP dan SMA Swasta Galih Agung hingga STAI Darul Arafah

3. Lulusan terbaik tembus kampus unggulan

Seorang pengajar mengenakan medali kelulusan kepada santri dalam acara wisuda Pesantren Darularafah Raya dengan suasana penuh kebahagiaan.
Pesantren Darularafah Raya meluluskan 324 alumni santri dan dyah (dok.Darularafah Raya)

Beberapa lulusan terbaik kategori mumtaz di antaranya Raihan Muyassar, Abdul Fathan Halimsyah Rambe, Alanis Humairoh, Salwa Mufida, dan Alifa Ghania.

Sementara santri yang lulus jalur undangan diterima di berbagai kampus unggulan seperti Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Unimed, Universitas Andalas, UIN Walisongo Semarang, hingga UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Pimpinan pesantren berpesan kepada seluruh wisudawan agar senantiasa menjaga adab, berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, serta membawa nama baik almamater di mana pun berada.

“Pesantren harus terus menjadi benteng moral bangsa dan melahirkan generasi Islam yang siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri,” pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More