Pria warga Gampong Limpok, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar itu, merupakan salah seorang saksi sewaktuinsiden penyerangan terjadi.
Sekuriti Universitas Syiah Kuala Nyaris Menjadi Korban Pembakaran Pos Jaga

- Muhammad Ramli, sekuriti Fakultas Pertanian USK, nyaris jadi korban saat kerusuhan dan pembakaran terjadi di kampus pada Kamis dini hari.
- Kericuhan bermula dari massa diduga mahasiswa yang berkumpul sejak Rabu malam dan kembali datang Kamis subuh, melempari pos sekuriti dengan batu serta bom molotov.
- Ramli berhasil menyelamatkan diri lewat jendela ketika pos terbakar, sementara sejumlah fasilitas kampus termasuk laboratorium dan kendaraan ikut hangus.
Banda Aceh, IDN Times - Muhammad Ramli, sekuriti di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) nyaris menjadi korban saat terjadi kerusuhan berujung pembakaran di kampus tersebut, pada Kamis (21/5/2026).
1. Massa diduga mahasiswa sempat berkumpul sejak Rabu malam

Ramli menceritakan kronologi kejadian. Awalnya, massa mahasiswa diduga dari Fakultas Pertanian berkumpul di area kampus pada Rabu (20/52026), sekira pukul 22.00 WIB.
Massa kemudian bubar sekira pukul 00.00 WIB, saat aparat keamanan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Syiah Kuala datang ke lokasi.
“Sekitar jam 3-an gitu kan, sudah kita usir semua sama Kapolsek, mahasiswa. Usir ke sanalah, sudah kosong semua,” kata Ramli, Kamis.
2. Sempat menyuruh bubar massa lain, tapi dimolotov

Ramli mengatakan tidak hanya massa yang berada di Fakultas Pertanian, aparat juga membubarkan kelompok lainnya di Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala.
Namun demikian, kata Ramli, massa diduga bukan dari Fakultas Pertanian mendatangi kompleks kampus tersebut, pada Kamis, sekira pukul 04.45 WIB. Mereka mencoba memaksa masuk ke dalam kompleks kampus.
“Pas sekitar jam 4.45, baru masuk ke sini. Kami pun di dalam, digoyang-goyang pagar,” kata Ramli.
Ramli beserta sekuriti lainnya sempat menegur massa agar tidak membuat kegaduhan dan meminta mereka membubarkan diri. Namun, permintaan mereka dijawab dengan lemparan batu.
Merasa terancam, petugas keamanan kampus itu masuk ke dalam pos dan menguncinya. Suara pecahan kaca akibat dilempar batu terdengar dari dalam. Bahkan, massa aksi diduga turut melemparkan bom molotov ke posko tersebut.
“Lempar-lempar batu. Kita masuk ke dalam (pos), kunci. Tengok kaca banyak kali pecah semua, baru dilempar bom molotov itu,” imbuhnya.
3. Nyaris terkurung dalam pos sekuriti

Melihat api mulai membakar sisi pos, Ramli yang berada di dalam kamar lalu melarikan diri melalui jendela.
“Masuk dalam, semua api. Panik kami. Baru kami lewat jendela, langsung lari sana. Sampai sana kan sudah aman. Berarti baru datang Polsek,” ujar Ramli.
Ramli mengatakan massa baru meninggalkan lokasi sekira pukul 05.00 WIB. Sejumlah bangunan seperti gedung laboratorium, pos, beberapa ruangan, dan kendaraan terbakar, termasuk sepeda motor milik Ramli.


















