Penyintas Banjir Bisa Dapat Cuan, Bantu Pemulihan di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, IDN Times – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak bencana banjir. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama sejumlah BUMN resmi membuka pendaftaran tenaga kerja melalui program Cash for Work (CFW) atau Padat Karya Tunai.
Program ini merupakan bagian dari langkah cepat rehabilitasi dan rekonstruksi (rehabrekon) untuk memulihkan infrastruktur publik sekaligus ekonomi warga lokal.
Staf Ahli Setdakab Aceh Tamiang, Yunus, SP, secara resmi membuka rekrutmen tersebut di halaman belakang Kantor Bupati Aceh Tamiang, Selasa (3/2/2026). Ia menekankan bahwa prioritas utama program ini adalah keterlibatan aktif masyarakat lokal dari desa-desa yang paling terdampak bencana, guna mempercepat pembersihan saluran air yang tertimbun endapan lumpur.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan BUMN atas dukungan luar biasa dalam rangka rehaprekon Aceh Tamiang. Melalui program CFW ini, diharapkan seluruh saluran dapat dibersihkan secara maksimal dari endapan lumpur,” ujar Yunus, dalam keterangan resmi, Sabtu (7/2/2026).
1. Program CFW dirancang untuk perputaran uang

Program CFW ini dirancang khusus untuk memastikan uang negara berputar langsung di kantong masyarakat yang terkena musibah. Humas PKS Waskita Wilayah I, Agung Susilo, menegaskan bahwa mereka tidak mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah. Tujuannya jelas, memberikan lapangan pekerjaan bagi warga yang sempat kehilangan mata pencaharian akibat bencana. Dengan skema ini, warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor utama dalam memulihkan desa mereka sendiri.
“Tenaga kerja diambil dari masyarakat setempat, bukan dari luar daerah. Hal ini bertujuan untuk memberdayakan warga yang terdampak bencana dan sempat kehilangan mata pencaharian agar dapat kembali bekerja di wilayah masing-masing,” jelas Agung.
2. Mekanisme kerja: pembersihan lumpur hingga perbaikan konstruksi

Tahapan awal pekerjaan akan difokuskan pada normalisasi drainase dan saluran air di kawasan pemukiman hingga perkantoran. Pekerjaan ini merupakan mandat dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya. Setelah lumpur berhasil dibersihkan secara menyeluruh melalui tangan para tenaga kerja CFW, pemerintah baru akan masuk ke tahap perbaikan konstruksi fisik yang lebih permanen.
Yunus menambahkan bahwa penempatan kerja dilakukan secara bertahap. “Tenaga kerja yang direkrut berasal dari desa-desa yang menjadi lokasi pembersihan, kemudian akan dilanjutkan ke kawasan perkantoran. Terima kasih kepada tujuh BUMN yang telah membantu Aceh Tamiang untuk bangkit kembali,” tambahnya. Sinergi ini diharapkan mempercepat terwujudnya semangat "Aceh Bangkit Kembali".
3. Syarat mudah dan sistem upah tunai yang cepat

Bagi warga yang berminat, syarat pendaftarannya cukup sederhana yaitu hanya perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli ke lokasi pendaftaran perekrutan terpusat. Hal yang paling menarik adalah sistem pengupahan yang dilakukan secara tunai dalam jangka waktu singkat, yakni minimal satu hari hingga maksimal tujuh hari setelah pekerjaan tuntas dilakukan.
Pendaftaran telah dibuka sejak 3 Februari 2026 dan akan terus berlangsung hingga kuota kebutuhan tenaga kerja di setiap desa terpenuhi. Kecepatan pembayaran upah ini diharapkan bisa menjadi bantuan likuiditas instan bagi keluarga penyintas untuk memenuhi kebutuhan pokok harian pascabencana.


















