Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penyebab Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Belum Terungkap, Tunggu Hasil Lab
KMP Aceh Hebat 2 saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
  • Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik untuk memastikan penyebab ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 yang terjadi saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue.
  • Penyidik telah memeriksa 12 saksi dari berbagai pihak, termasuk petugas ASDP dan saksi mata, guna melengkapi alat bukti serta menelusuri kemungkinan unsur kelalaian atau tindak pidana.
  • Setelah olah TKP selesai, garis polisi dicabut dan kapal diserahkan kembali ke PT ASDP Indonesia Ferry untuk pemeriksaan teknis, sambil menunggu hasil labfor sebagai dasar lanjutan penyidikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banda Aceh, IDN Times - Polisi hingga saat ini belum bisa memastikan penyebab ledakan di ruang mesin dari Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 2 yang terjadi pada 12 Juni 2026 tersebut. Ledakan terjadi saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, Aceh.

Seperti diketahui, dampak dari ledakan tersebut mengakibatkan 15 orang terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) di Kota Banda Aceh. Belakangan, tiga orang meninggal dunia.


1. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik

Polisi melakukan olah TKP di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2. (Dokumentasi Polresta Banda Aceh untuk IDN Times)

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol), Joko Krisdiyanto, mengatakan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) masih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik (labfor) sebagai dasar untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.

“Tim penyidik telah berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian,” kata Joko, dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).

Dia menyampaikan  hasil pemeriksaan tersebut sangat penting karena akan menjadi salah satu dasar dalam mengungkap penyebab ledakan sekaligus menentukan arah penyidikan.

Menurutnya, sejak penanganan perkara dimulai, penyidik telah melakukan serangkaian langkah penyidikan, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi.


2. Ada 12 saksi yang telah diperiksa

Polisi melakukan olah TKP di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2. (Dokumentasi Polresta Banda Aceh untuk IDN Times)

Joko menyampaikan, penyidik telah meminta keterangan dari 12 orang saksi. Mereka terdiri atas petugas PT ASDP Indonesia Ferry, pihak sekolah para korban, serta saksi lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut.

“Penyidik juga telah memeriksa sebanyak 12 orang saksi,” ujar Joko.

Kabid Humas Polda Aceh mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi alat bukti sekaligus memperoleh gambaran utuh mengenai kronologi kejadian.

Hingga kini, kata dia, hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik belum diterima penyidik. Karena itu, proses penyidikan masih difokuskan pada pendalaman seluruh kemungkinan penyebab ledakan.

“Termasuk menelusuri ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun tindak pidana berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh,” imbuhnya.


3. Police line dicabut, kapal diserahkan kembali ke ASDP

KMP Aceh Hebat 2 saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Sementara itu, proses olah TKP dengan status quo telah selesai dilaksanakan. Garis polisi (police line) telah dicabut dan KMP Aceh Hebat 2 diserahkan kembali kepada PT ASDP Indonesia Ferry untuk dilakukan pemeriksaan teknis serta perbaikan apabila diperlukan.

Menurut Joko, langkah tersebut diambil karena kapal tersebut merupakan salah satu armada penting yang melayani penyeberangan lintas Kota Banda Aceh-Kota Sabang.

Dia mengaku bila penyidik akan terus bekerja secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti. 

“Perkembangan penanganan perkara akan kami sampaikan kepada masyarakat setelah hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik diterima dan dianalisis sebagai bagian dari proses penyidikan,” kata Joko.


Curated For You

Editorial Team

Related Article