Bupati Ondim Kena OTT KPK, Wabup Langkat Menangis: Kita Harus Kuat

- Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, menanggapi OTT terhadap Bupati Syah Afandin dengan penuh haru dan menyerukan agar masyarakat tetap kuat menghadapi situasi ini.
- KPK menangkap tujuh orang dalam OTT di Sumatra Utara, termasuk Bupati Langkat, satu ASN, dan lima pihak swasta; operasi ini menjadi OTT ke-15 KPK sepanjang 2026.
- Dalam operasi tersebut, KPK menyita uang ratusan juta rupiah yang diduga merupakan fee proyek dari pihak swasta kepada Bupati Langkat terkait proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim.
Medan, IDN Times – Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti akhirnya menanggapi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Syah Afandin alias Ondim. Tiorita, langsung menangis saat awak media mewawancarainya.
“Saya menghormati azas praduga tidak bersalah. Saya berdoa, khususnya Kabupaten Langkat ini, supaya Pak Bupati selalu dalam lindungan Allah. Dan keluarga saya harap tabah untuk menghadapi ujian ini,” kata Tio, Jumat (3/7/2026).
1. Tiorita terakhir bertemu dengan Ondim sat HUT Bhayangkara

Tiorita tidak banyak memberi komentar. Dia mengatakan, dirinya belum lama ini bertemu dengan Ondim.
“Semalam. Dua hari yang lalu, waktu hari Bhayangkara,” katanya.
Dicecar lebih lanjut, Tiorita hanya menyampaikan harapannya. Dia berharap, Langkat bisa menjadi lebih baik. Dia juga tidak mengetahui, di mana keberadaan Ondim saat ini.
“Kita harus tetap kuat dan maju untuk mendapatkan Langkat yang lebih baik,” ujar istri mantan Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin ini.
2. Ondim hingga PNS dan pihak swasta dicokok KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencokok Bupati Langkat Syah Afandin dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Kamis (3/7/2026). Dari rangkaian operasi ini, KPK menangkap tujuh orang dari sejumlah wilayah di Sumatra Utara.
Diketahui, ini adalah OTT ke-15 KPK sepanjang 2026. Tangkap tangan ke-14 berlangsung di Kuantan Singingi, Riau. Jumlah ini telah melampaui catatan KPK sepanjang 2025. Tahun lalu, KPK total melakukan 11 kali OTT.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, tujuh orang tersebut terdiri atas satu penyelenggara negara, satu aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Langkat, serta lima pihak swasta.
"Bahwa dalam peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim penyelidik mengamankan sejumlah tujuh orang. Satu orang merupakan penyelenggara negara, satu orang merupakan ASN di Kabupaten Langkat, dan lima orang lainnya merupakan pihak swasta. Dari tujuh orang yang diamankan tersebut, salah satunya adalah Bupati Langkat," kata Budi, Jumat (3/7/2026).
3. Ondim diduga terima fee proyek pembangunan dari swasta

Para pihak ditangkap di tiga lokasi berbeda, yakni Langkat, Binjai, dan Medan. Setelah menjalani pemeriksaan awal di Polrestabes Medan, Bupati Langkat diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK.
"Yang dibawa ke Jakarta satu orang, Bupati, siang ini dijadwalkan tiba di Merah Putih," ujarnya.
Dalam OTT tersebut, KPK juga menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan praktik suap. Uang tunai itu diduga menjadi fee proyek dari pihak swasta kepada Ondim.
"Diduga uang yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini berkaitan dengan fee proyek yang ada di Dinas Pendidikan ataupun di Dinas Perkim," katanya
















