Tutup Rakernas XVIII APEKSI, AHY: Kota Tangguh Jadi Fondasi Indonesia

- AHY menutup Rakernas XVIII APEKSI di Medan dengan pesan penting soal kolaborasi pusat dan daerah untuk membangun kota tangguh berbasis riset, inovasi, serta teknologi.
- Wali Kota Medan Rico Waas menyebut Rakernas bertepatan dengan HUT ke-436 Medan dan menghasilkan rekomendasi strategis terkait pelayanan publik, digitalisasi, ketahanan pangan, hingga ekonomi daerah.
- Eri Cahyadi menegaskan komitmen APEKSI mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis dengan melibatkan pemerintah kota sejak awal perencanaan serta mengumumkan Bandung sebagai tuan rumah Rakernas berikutnya.
Medan, IDN Times – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Grand City Hall Medan, Kamis (2/7/2026).
Penutupan itu mengakhiri forum para wali kota se-Indonesia yang menghasilkan rekomendasi strategis. Sekaligus menegaskan komitmen sinergi pemerintah pusat, dan daerah untuk menyukseskan pembangunan nasional.
Acara dihadiri Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas selaku tuan rumah, Anggota DPR RI Muhammad Lokot Nasution, Komisaris Independen PT BTN Pietra Machreza Paloh, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, dan Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman.
1. Kota Tangguh butuh kolaborasi Pusat-Daerah

AHY menegaskan kota tangguh hanya terwujud lewat kolaborasi erat pusat dan daerah. Rakernas APEKSI dinilai strategis karena mempertemukan wali kota yang paham langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin membangun semangat kolektif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kota-kota yang tangguh akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan Indonesia,” ujar AHY.
Ia menyebut kota menghadapi urbanisasi, kepadatan permukiman, kemacetan, sampah, banjir, hingga kesenjangan sosial-ekonomi. Karena itu, infrastruktur terintegrasi harus diperkuat untuk konektivitas, mengurangi ketimpangan, dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
AHY juga mendorong pendekatan berbasis riset, inovasi, dan teknologi. Ia berharap APEKSI menjadi wadah pemerintah kota saling belajar dan bertukar pengalaman.
2. Rico ungkap Rakernas APEKSI menjadi kado HUT ke-436 Medan

Wali Kota Medan Rico Waas mengapresiasi seluruh pihak yang menyukseskan Rakernas. Perhelatan disebut istimewa karena bertepatan dengan Hari Jadi Kota Medan ke-436 pada 1 Juli 2026.
“Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian kebanggaan luar biasa bagi Kota Medan. Ini adalah kado terindah dan terbaik bagi kami,” kata Rico.
Rico menyebut Rakernas tidak hanya forum wali kota. Ada kegiatan kolaboratif bersama perangkat daerah, akademisi, pelaku usaha, dan generasi muda. Salah satunya program Youth City Changers YCC sebagai ruang delegasi muda bertukar gagasan.
Sepanjang Rakernas juga digelar Forum Bappeda, Forum Pangan, Forum Lingkungan Hidup, Forum Kominfo, dan Forum Investasi. Forum-forum itu melahirkan rekomendasi strategis.
Rekomendasi yang disepakati meliputi peningkatan pelayanan publik, percepatan transformasi digital pemerintahan, penguatan ketahanan pangan dan mitigasi bencana, infrastruktur berkelanjutan, serta penguatan ekonomi daerah.
“Insyaallah, seluruh rekomendasi Rakernas XVIII APEKSI membawa manfaat nyata bagi bangsa kita, Indonesia,” ujarnya usai penandatanganan Nota Kesepahaman PT BTN dengan APEKSI.
3. Eri Cahyadi sebut libatkan kota sejak perencanaan MBG

Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi menegaskan komitmen APEKSI menjadi mitra strategis pemerintah pusat.
“Kami mendukung penuh Program Strategis Nasional. Tapi kami juga ingin sampaikan kondisi riil di daerah dan berikan solusi agar program pusat berjalan baik,” ujar Eri.
Ia mencontohkan Program Makan Bergizi Gratis MBG. Menurutnya MBG akan lebih efektif jika pemerintah kota dilibatkan sejak perencanaan hingga pelaksanaan.
Eri juga mengapresiasi Kota Medan sebagai tuan rumah. “Rakernas kali ini luar biasa dan jadi kenangan indah. Ini membuat kami ingin kembali lagi ke Kota Medan,” ucapnya.
Pada penutupan, Eri mengumumkan Kota Bandung sebagai tuan rumah Rakernas XIX APEKSI 2027. Ia berharap rekomendasi Rakernas XVIII jadi pertimbangan pusat memperkuat pembangunan kota dan sinergi pusat-daerah.


















