Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenaikan Harga Pertamax Berikan Andil Inflasi 0,14 Persen di Sumut

Kenaikan Harga Pertamax Berikan Andil Inflasi 0,14 Persen di Sumut
Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Inflasi Sumut Juni 2026 tercatat hanya 0,23%, lebih rendah dari nasional dan proyeksi awal meski ada kenaikan harga Pertamax di pertengahan bulan.
  • Penurunan harga tomat hingga 16% berhasil menekan dampak inflasi dari kenaikan BBM, menjadikan komoditas ini penyeimbang utama pada Juni.
  • Bulan Juli diperkirakan relatif stabil dengan potensi deflasi, didorong peluang turunnya harga minyak dunia dan pasokan cabai yang masih terkendali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Medan, IDN TimesInflasi Sumatra Utara (Sumut) pada Juni 2026 tercatat relatif rendah. BPS Sumut mencatat inflasi bulan ke bulan month to month sebesar 0,23%. Angka itu jauh di bawah inflasi nasional 0,44% dan di bawah proyeksi awal 0,56%.

Capaian itu terjadi meski di tengah kenaikan harga Pertamax yang sempat memicu demonstrasi masyarakat.

“Kenaikan Pertamax memberikan andil inflasi 0,14%. Andilnya terlihat kecil karena kenaikan terjadi di pertengahan Juni. Seharusnya andil akan lebih besar jika dilakukan di awal bulan,” kata pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin Jumat (3/7/2026).

1. Tomat turun 16%, redam tekanan BBM

Tomat (freepik.com/stockking)
Tomat (freepik.com/stockking)

Data BPS Sumut menunjukkan sektor transportasi di Juni hanya menyumbang inflasi 0,23%. Angka itu masih di bawah ekspektasi 0,31%.

Tekanan dari BBM berhasil diredam komoditas pangan. Tomat menjadi penyeimbang utama dengan andil deflasi 0,17%, lebih besar dari andil inflasi Pertamax.

Harga tomat anjlok rata-rata 16% secara bulanan. Pada Mei-Juni, harga turun dari kisaran Rp23.000-Rp25.000 per Kg menjadi Rp16.000-an per Kg.

“Sehingga kenaikan harga Pertamax benar-benar mampu diimbangi penurunan harga tomat selama Juni,” ujarnya.

Meski turun, harga tomat masih tergolong mahal di rentang Rp13.000-Rp16.000 per Kg. Jika tren penurunan berlanjut, tomat berpeluang kembali menyumbang deflasi di Juli.

2. Ancaman inflasi pada bulan Juli ada cabai dan BBM

Ilustrasi cabai merah keriting.
Ilustrasi cabai merah keriting. (Dok. Bapanas)

Meski Juni terkendali, Juli diprediksi menyimpan potensi gejolak. Cabai menjadi komoditas yang berpeluang memicu inflasi.

Sumut saat ini mulai mendatangkan cabai kotak dari luar daerah sehingga harga masih relatif stabil. Ada potensi pasokan melimpah dari Batubara. Namun wilayah lain di luar Sumut justru terancam turun pasokan.

3. Potensi Sumut dinilai inflasi kecil atau bahkan deflasi pada Juli

Ilustrasi inflasi (freepik.com)
Ilustrasi inflasi (freepik.com)

Di sisi energi, dibukanya kembali Selat Hormuz memberi peluang penurunan harga minyak dunia. Itu berpotensi menekan harga BBM non subsidi di Juli.

“Kenaikan Pertamax Juni masih berpeluang menyumbang inflasi transportasi di Juli, dengan catatan pemerintah tidak menurunkan harga Pertamax seiring penurunan minyak dunia. Harga Pertamax dan BBM non subsidi memang berpeluang turun di Juli,” jelasnya.

Dia juga menilai potensi Sumut merealisasikan inflasi kecil atau bahkan deflasi pada Juli masih terbuka lebar.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More