Hasniah Daulay merupakan jemaah haji kloter 1 asal Binjai, Sumut (IDN Times/Indah Permata Sari)
Hasniah Daulay yang merupakan jemaah tertua Kloter 01 menceritakan perjalanan hajinya yang penuh dengan air mata.
"Niat sejak usia 30 tahun," tuturnya dengan senyuman.
"Niat sudah sejak usia 30 tahun, sampai usia saya 80 tahun baru terwujud," ucapnya lirih. 50 tahun lamanya ia menanti panggilan Baitullah. "Jadi ini dibiayai sama anak paling kecil dari 6 bersaudara."
"Doa kesehatan paling penting"
Lanjutnya, doa meminta kesehatan menjadi utama bagi Hasniah.
Di usia senja, ia sadar stamina adalah segalanya. "Saya takut cuaca juga di sana karena banyak yang sakit. Kalau kesulitan itu, ada saja. Nggak boleh keluar dari asrama, lihat enaknya orang yang sehat-sehat itu. Saya bawa obat ke sana," tambahnya.
Dia juga mengatakan saat melakukan ibadah, hanya yang wajib saja dan Sunnah tidak dikerjakan karena kondisinya. Tidak hanya itu, dalam selipan cerita ia mengatakan rindu orangtua.
"Semua pelaksanaan ibadah haji saya lakukan yang wajib saja, untuk yang Sunnah saya tidak lakukan. Teringat wajah orangtua udah nggak ada. Saya mendoakan saudara dan anak. Lima hari sebelum pulang, wajahnya sering terbayang di Tanah Suci. Rindu sekaligus takut berpisah," ungkapnya.
Pesan paling mengena dari nenek 82 tahun ini adalah jangan menanti sampai usia tua baru naik haji.
"Pesan saya untuk yang muda-muda ini, cepatlah ke sana kalau ada rezeki. Jangan diperlambat," pesannya.